Sulsel Mulai Memasuki Musim Kering, Begini Kondisi Luwu Raya

Asdhar
3 Min Read
Kekeringan yang pernah melanda wilayah Luwu raya beberapa waktu lalu (Dok)
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan mulai memasuki periode musim kering pada pertengahan Juli 2026.

Curah hujan diperkirakan berada pada kategori rendah, sementara sejumlah daerah di bagian barat Sulsel mulai mengalami hari tanpa hujan yang semakin panjang.

Meski demikian, kondisi di wilayah Luwu Raya masih relatif lebih baik dibanding sejumlah daerah lainnya di Sulawesi Selatan.

Berdasarkan Prediksi Curah Hujan Dasarian II Juli 2026, BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan hanya akan menerima curah hujan berkisar 0 hingga 50 milimeter, atau masuk kategori rendah.

BMKG juga menyebut wilayah barat Sulawesi Selatan diperkirakan mengalami curah hujan yang lebih rendah dibanding wilayah tengah hingga timur provinsi ini.

Luwu Raya Masih Berpeluang Diguyur Hujan

Peta analisis BMKG menunjukkan wilayah Luwu Raya, khususnya Kabupaten Luwu Timur dan sebagian Luwu Utara, masih memiliki potensi curah hujan yang relatif lebih baik dibanding wilayah barat Sulawesi Selatan.

Sementara itu, berdasarkan pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) hingga Dasarian I Juli 2026, sebagian besar Sulawesi Selatan memang mulai didominasi kategori HTH panjang, yakni antara 21 hingga 30 hari berturut-turut tanpa hujan.

Namun, kondisi tersebut belum mendominasi wilayah Luwu Raya. Dari peta monitoring BMKG terlihat sebagian besar titik pengamatan di kawasan Luwu Raya masih berada pada kategori hari tanpa hujan sangat pendek hingga pendek, yang menunjukkan hujan masih terjadi di sejumlah wilayah.

Kondisi ini berbeda dengan beberapa daerah di bagian barat Sulawesi Selatan yang telah mengalami periode tanpa hujan lebih panjang.

BMKG Minta Masyarakat Tetap Waspada

Meski peluang hujan masih ada di sebagian wilayah Luwu Raya, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai dampak musim kemarau yang mulai berkembang.

Curah hujan yang semakin berkurang dapat memengaruhi ketersediaan air, terutama bagi sektor pertanian, perkebunan, maupun kebutuhan sehari-hari apabila berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

BMKG juga mengimbau masyarakat, khususnya petani, untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan iklim sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan pola tanam maupun pengelolaan sumber air.

Di sisi lain, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang mulai mengalami hari tanpa hujan dalam durasi panjang.

BMKG akan terus memperbarui informasi kondisi iklim secara berkala seiring perkembangan musim kemarau di Sulawesi Selatan.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser