Pedagang Pujasera Malili Bakal di Relokasi Sementara

2 Min Read

Guna melancarkan proyek pembangunan Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) di tepian Sungai Malili, Pedagang Pujasera Malili di relokasi sementara. Agar tidak menimbulkan masalah sebelum relokasi dilakukan, para pedagang dikumpulkan di Aula Kantor Camat Malili, Selasa (21/08/2018).

Rapat rencana relokasi ini dipimpin langsung Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam. Turut hadir pula Anggota DPRD, Andi Endhy B. Shin Go, Lurah Malili, Hairil, Pimpinan PDAM dan PLN.

Dalam dialog itu, perwakilan pedagang meminta agar dibantu Pemerintah dalam hal pemindahan barang dagangan, membantu kebutuhan untuk mendirikan lapak sementara seperti tenda dan balok kayu, serta bantuan jaringan air bersih dan listrik.

Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, meminta masyarakat agar bersedia direlokasi sementara dilokasi yang masih berdekatan dengan area pembangunan Pujasera Malili.

Terkait pemindahan barang pedagang, Irwan mengatakan, Pemerintah akan membantu menyiapkan kendaraan yang dibutuhkan, seperti kendaraan Dalmas Satpol PP dan bantuan truk tronton jika dibutuhkan.

“Untuk pendirian lapak usaha, nanti saya minta dukungan kontraktor proyek Pujasera untuk membantu menyiapkan tenda dan balok yang dibutuhkan pedagang dengan status pinjam pakai,” katanya.

Selanjutnya, untuk ketersediaan sarana dan prasarana seperti air bersih dan listrik, orang nomor dua di Luwu Timur ini mengatakan telah meminta kepada pihak PDAM dan PLN untuk membantu menyiapkan kebutuhan pedagang.

Sekedar diketahui, sebanyak 12 pedagang Pujasera Malili akan direlokasi di tempat sementara sambil menunggu rampungnya proyek pembangunan infrastruktur Pujasera Malili.

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.