Pemkab Lutim Memiliki Saham Terbesar Di PT. Bank Sulselbar

2 Min Read

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, memiliki modal saham terbesar pada PT. Bank Sulselbar setelah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

“Per 31 Maret tahun 2019, saham Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mencapai Rp. 70 milyar atau 6,37% dari total saham di bank tersebut, dengan besarnya setoran modal ini, menjadikan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur sebagai pemegang saham terbesar kedua diantara 30 Kabupaten/Kota dan 2 Provinsi pemegang saham dibank tersebut,” Kata Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler.

Husler mengungkapkan hal tersebut setelah mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan RUPS Luar Biasa PT. Bank Sulselbar tahun buku 2018 di Macora Ballroom Hotel The Rinra, Makassar, Selasa (23/04/2019).

Menurut Husler, kehadirannya terkait RUPS bahwa Pemkab. Luwu Timur diundang sebagai salah satu Pemerintah daerah yang mempunyai saham di Bank Sulselbar.

“Saya hadir mewakili Pemerintah daerah selaku pemegang saham di Bank Sulselbar, rapat ini merupakan agenda penting bagi PT. Bank Sulselbar bersama pihak pemegang saham lainnya,” singkatnya.

RUPS PT.Bank Sulselbar merupakan salah satu agenda tahunan bagi pemegang saham, dimana dalam forum RUPS ini para pemegang saham akan mendengarkan laporan pertanggungjawaban Direktur Bank Sulselbar dan mendengar presentasi dari pihak Bank Sulselbar terkait perkembangan dan kemajuan PT. Bank Sulselbar.

RUPS yang berlangsung tertutup ini dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan, HM. Nurdin Abdullah dan Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar, para Bupati dan Wali Kota se-Sulselbar selaku pemegang saham PT. Bank Sulselbar, Komisaris Utama serta para Komisaris dan Direksi Bank Sulselbar. (hms/ikp/kominfo)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.