Pemkab Lutim Siapkan Mahalona sebagai Kawasan Ekonomi Transmigrasi Terpadu

Asdhar
2 Min Read
Rapat bersama dengan Kementerian Transmigrasi RI Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi secara daring (Sumber: Dinas Kominfo SP Luwu Timur)
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur (Lutim) tengah bersiap mengembangkan kawasan Mahalona sebagai salah satu Kawasan Ekonomi Transmigrasi Terpadu (KETT) di Indonesia.

Dalam rangka mendukung rencana tersebut, sejumlah perangkat daerah di Luwu Timur mengikuti rapat koordinasi daring bersama Kementerian Transmigrasi RI, Jumat (31/1/2025).

Rapat yang berlangsung di Aula Media Center Dinas Kominfo-SP Lutim ini melibatkan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda), serta Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah.

Pertemuan ini membahas pemenuhan data strategis yang dibutuhkan dalam proses pengembangan kelembagaan ekonomi di kawasan transmigrasi.

Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Luwu Timur, Kamal Rasyid mengungkapkan bahwa pemerintah pusat menargetkan sinergi data guna mempercepat realisasi program KETT.

“Direktur Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Transmigrasi, Muhammad Qufal Umaternate, mengharapkan Luwu Timur dapat segera menyusun dan menyampaikan berbagai dokumen, termasuk data potensi komoditas unggulan, masterplan, hingga analisis dampak lingkungan,” kata Kamal.

Mahalona menjadi salah satu dari lima kawasan transmigrasi di Indonesia yang dipersiapkan untuk menjadi KETT. Dari 158 kawasan transmigrasi yang ada, hanya lima yang masuk dalam prioritas pengembangan ekonomi terpadu, dan Mahalona menjadi salah satunya.

Menurut Kamal, penetapan Mahalona sebagai KETT merupakan langkah strategis bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Harapannya, kawasan ini bisa menjadi model percontohan yang mengintegrasikan sektor pertanian, industri, dan perdagangan secara berkelanjutan. Dengan dukungan lintas kementerian, Mahalona diharapkan berkembang menjadi pusat ekonomi mandiri yang menopang wilayah sekitarnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, konsep transmigrasi ke depan tidak hanya berorientasi pada pemindahan penduduk, tetapi juga mencakup penguatan infrastruktur, konektivitas transportasi, serta pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.

“Kami ingin memastikan bahwa transmigrasi bukan hanya soal relokasi, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat yang menetap di kawasan tersebut,” pungkasnya.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser