Studi di Palopo: Pendampingan Keluarga Efektif Tingkatkan Kemandirian Merawat Pasien Diabetes

6 Min Read
iLUSTRASI - Penelitian di wilayah kerja Puskesmas Benteng, Kota Palopo, menunjukkan pendampingan keperawatan keluarga selama empat minggu dapat meningkatkan kemandirian keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan diabetes

LUWURAYA.COM — Keterlibatan keluarga menjadi salah satu kunci penting dalam perawatan penderita Diabetes Mellitus (DM). Tidak cukup hanya mengandalkan pengobatan dan pemeriksaan rutin, penderita diabetes juga membutuhkan dukungan keluarga untuk menjalankan perawatan sehari-hari di rumah.

Hal ini diperkuat oleh hasil penelitian yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Benteng, Kota Palopo, yang menunjukkan bahwa intervensi keperawatan keluarga melalui kunjungan rumah selama empat minggu dapat meningkatkan kemandirian keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan diabetes.

Penelitian berjudul “Efektivitas Intervensi Fungsi Perawatan Kesehatan Keluarga terhadap Kemandirian dalam Merawat Penderita Diabetes Mellitus di Wilayah Puskesmas Benteng Kota Palopo” dilakukan oleh Hardin, Hairuddin Safaat, Ulul Asmy, dan Nunung Syamsuddin. Penelitian ini menyoroti pentingnya pemberdayaan keluarga sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat.

Keluarga Memiliki Peran Penting dalam Pengelolaan Diabetes

Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan secara berkelanjutan. Penderita tidak hanya perlu menjalani pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan, tetapi juga perlu menjaga pola makan, melakukan aktivitas fisik, memantau kondisi kesehatan, serta menjalani pemeriksaan secara berkala.

Dalam pelaksanaannya, keluarga sering menjadi pihak yang paling dekat dengan penderita. Keluarga dapat membantu mengingatkan jadwal pengobatan, mendukung penerapan pola hidup sehat, memperhatikan perubahan kondisi kesehatan, dan memberikan dukungan emosional. Namun, keterlibatan keluarga akan lebih optimal apabila didukung pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan mengambil keputusan yang tepat. Karena itu, penguatan fungsi perawatan kesehatan keluarga menjadi salah satu pendekatan yang penting untuk dikembangkan dalam pelayanan keperawatan komunitas.

Penelitian Melibatkan 140 Keluarga di Kota Palopo

Penelitian ini melibatkan 140 keluarga yang dibagi menjadi dua kelompok, yakni 70 keluarga kelompok intervensi dan 70 keluarga kelompok kontrol. Intervensi dilakukan melalui psikoedukasi keperawatan keluarga dengan metode edukasi, diskusi, dan pendampingan melalui kunjungan rumah (home care) selama empat minggu.

Pendekatan yang digunakan berfokus pada lima fungsi perawatan kesehatan keluarga, yaitu kemampuan mengenali masalah kesehatan, mengambil keputusan yang tepat, merawat anggota keluarga yang sakit, memodifikasi lingkungan agar mendukung kesehatan, serta memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan. Melalui pendekatan tersebut, keluarga tidak hanya memperoleh informasi tentang diabetes, tetapi juga didorong untuk menerapkan pengetahuan dalam aktivitas perawatan sehari-hari.

Sebanyak 48 Keluarga Mengalami Peningkatan Kemandirian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 48 dari 70 keluarga pada kelompok intervensi mengalami peningkatan tingkat kemandirian setelah mendapatkan pendampingan. Sementara itu, hasil pengukuran pada kelompok kontrol menunjukkan bahwa perubahan kemandirian tidak bermakna secara statistik. Analisis statistik juga menemukan perbedaan perubahan tingkat kemandirian yang bermakna antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol, dengan nilai p kurang dari 0,001. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan kemandirian keluarga pada kelompok yang menerima intervensi lebih baik dibandingkan kelompok kontrol.

Peningkatan juga terlihat pada kelima fungsi perawatan kesehatan keluarga. Hasil tersebut memberikan gambaran bahwa pendampingan terstruktur melalui kunjungan rumah dapat membantu keluarga mengembangkan kemampuan untuk mengenali masalah, menentukan tindakan, memberikan perawatan, menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan, dan mengakses pelayanan kesehatan secara tepat. Meski demikian, penelitian ini menilai perubahan kemampuan keluarga dalam perawatan, bukan secara langsung membuktikan penurunan kadar gula darah atau komplikasi diabetes. Oleh karena itu, pengobatan dan pemantauan medis tetap perlu dilakukan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Perawat dan Puskesmas Dapat Memperkuat Pemberdayaan Keluarga

Hasil penelitian ini memberikan implikasi bagi pelayanan kesehatan primer, khususnya dalam pengembangan program perawatan penyakit kronis berbasis keluarga. Edukasi kesehatan dapat diperkuat melalui pendampingan yang terencana, identifikasi hambatan di rumah, serta pelibatan anggota keluarga dalam proses pengambilan keputusan. Dalam praktiknya, perawat dapat membantu keluarga memahami kondisi penderita, mengenali tanda-tanda masalah kesehatan yang memerlukan pertolongan, mendukung kepatuhan terhadap pengobatan, serta mendorong pemanfaatan layanan kesehatan secara tepat.

Pendekatan home care juga memungkinkan tenaga kesehatan memahami kondisi nyata keluarga, termasuk kebiasaan sehari-hari, dukungan anggota keluarga, kondisi lingkungan rumah, dan kendala dalam menjalankan perawatan. Dengan demikian, keluarga dapat diposisikan bukan sekadar sebagai pendamping penderita, melainkan sebagai mitra aktif tenaga kesehatan dalam pengelolaan diabetes secara berkelanjutan.

Mendukung Penguatan Pelayanan Kesehatan Berbasis Keluarga

Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kemandirian keluarga merupakan salah satu aspek penting dalam perawatan penderita Diabetes Mellitus. Pendampingan selama empat minggu melalui pendekatan lima fungsi perawatan kesehatan keluarga menunjukkan hasil yang menjanjikan dan dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan intervensi keperawatan keluarga di pelayanan kesehatan primer.

Penerapan program serupa perlu disesuaikan dengan kebutuhan keluarga, ketersediaan tenaga kesehatan, serta sumber daya pelayanan setempat. Keberlanjutan pendampingan dan kolaborasi antara keluarga, perawat, dan puskesmas juga penting untuk mendukung perawatan diabetes dalam jangka panjang.

Ucapan Terima Kasih

Peneliti menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) atas dukungan pendanaan yang diberikan sehingga penelitian ini dapat terlaksana. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada STIKES Kamus Arunika dan Mitra Puskesmas Benteng Kota Palopo atas dukungan dan fasilitasi dalam pelaksanaan kegiatan penelitian ini.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Seluruh isi tulisan ini adalah pandangan pribadi / opini penulis dan tidak mencerminkan pandangan media Luwuraya.com.
Seluruh resiko yang ditimbulkan isi tulisan adalah sepenuhnya tanggung jawab penulis. 

PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser