Perawatan Jalan Berlubang di Palopo Terkendala Anggaran

Asdhar
2 Min Read

Anda warga Kota Palopo? Tentu sudah lazim dengan banyaknya jalanan berlubang yang menghiasi sejumlah ruas jalan di daerah ini. Tentu saja anda bertanya-tanya, mengapa banyak ruas jalan berlubang yang terkesan dibiarkan pemerintah.

Pantauan Luwuraya.com, sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan alias berlubang dinataranya terlihat di ruas Jl Andi Kambo, Jl Andi Tenriadjeng, Jl Batara, Jl Rambutan, Jalan Masuk RS Sawerigading, Jembatan Bolong, Jl Kelapa, hingga sejumlah ruas jalan lainnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palopo, Anshari Mas’ud yang dikonfirmasi terkait hal ini mengamini banyaknya ruas jalan yang mengalami kerusakan di Kota Palopo. Dia menuturkan, jika penyebab kerusakan jalan itu, disebabkan karena minimnya alokasi anggaran yang disiapkan untuk sektor perawatan ruas jalan.

Dia merincikan, pada pembahasan APBD Kota Palopo tahun 2014 lalu, Dinas PU Kota Palopo sebenarnya mengusulkan anggaran perbaikan dan perawatan jalan sebesar Rp300 juta. “Namun saat pembahasan di DPRD Palopo, anggaran itu dipangkas dan hanya disisakan sebesar Rp50 juta saja untuk pelaksanaan perawatan dan perbaikan jalan selama tahun 2014,” ujar Anshari.

Dengan ‘modal’ anggaran yang terbatas itulah, Pemerintah Kota Palopo merencana akan memulai pelaksanaan perbaikan ruas jalan yang rusak pekan depan. Tentu saja hanya memprioritaskan sejumlah ruas jalan yang dinilai sudah mengalami kerusakan yang terbilang parah.

“Yang akan segera kami perbaiki itu seperti di Jalan Masuk RS Sawerigading, Jl Andi Kambo, seputaran Pusat Niaga Palopo, dan sejumlah ruas jalan lainnya,” ujarnya.

Metode perawatan ruas jalan yang rusak itu pun akan dilakukan dengan dua cara, yakni dengan menggunakan metode Pitching atau menutup ruas jalan yang berlubang, dan metode Peleburan Aspal-Pasir.

Dia pun menargetkan, pada 2015 mendatang, ruas jalan di Kota Palopo sudah tidak ada lagi yang berlubang. Pasalnya, di tahun depan, selain mengandalkan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebagai sumber anggaran, Dinas PU Palopo juga akan mengusulkan pemanfaatan Dana Alokasi Umum (DAU).

 

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.