Arus migrasi yang terus mengalir ke Kabupaten Luwu Timur menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi pertumbuhan penduduk daerah ini. Di tengah berkembangnya sektor industri, pertambangan, dan peluang ekonomi baru, pemerintah daerah perlu menyiapkan berbagai langkah antisipatif agar pertumbuhan penduduk berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan publik.
Isu tersebut mengemuka dalam Sosialisasi Kependudukan yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Luwu Timur di Hotel I Lagaligo Malili, Rabu (24/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Luwu Timur, Abdullah Pannu, memaparkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang menunjukkan bahwa Luwu Timur menjadi salah satu daerah dengan daya tarik migrasi yang cukup tinggi di Sulawesi Selatan.
Menurut Abdullah, pertumbuhan penduduk di Luwu Timur tidak hanya dipengaruhi angka kelahiran dan kematian, tetapi juga perpindahan penduduk dari berbagai daerah yang datang untuk mencari peluang ekonomi.
“Perkembangan penduduk di Luwu Timur tidak hanya dipengaruhi oleh kelahiran dan kematian, tetapi juga oleh faktor migrasi yang cukup besar. Karena itu, data kependudukan menjadi sangat penting sebagai dasar dalam merencanakan pembangunan, penyediaan layanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga ketenagakerjaan,” jelas Abdullah.
Migrasi Dorong Kebutuhan Layanan Publik
Meningkatnya jumlah penduduk membawa konsekuensi terhadap kebutuhan layanan dasar masyarakat. Pemerintah daerah perlu memastikan ketersediaan fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, perumahan, hingga kesempatan kerja yang mampu mengimbangi pertumbuhan penduduk.
Kondisi tersebut menjadi semakin penting mengingat Luwu Timur saat ini terus menarik investasi baru, terutama di sektor industri dan pertambangan yang berpotensi mendorong masuknya tenaga kerja dari luar daerah.
Karena itu, data kependudukan menjadi instrumen penting dalam memetakan kebutuhan masyarakat dan menentukan arah pembangunan yang tepat sasaran.
Sekretaris Daerah Luwu Timur, Ramadhan Pirade, mengatakan hasil kajian kependudukan dan data SUPAS 2025 perlu dimanfaatkan secara optimal dalam proses penyusunan kebijakan daerah.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memahami kondisi kependudukan terkini serta menyusun langkah-langkah strategis dalam mengantisipasi berbagai dampak yang mungkin timbul di masa mendatang,” ujar Ramadhan.
Menurutnya, sinergi antarperangkat daerah menjadi kunci dalam mengelola berbagai isu kependudukan agar bonus demografi dapat berubah menjadi peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Data Penduduk Jadi Dasar Perencanaan Pembangunan
Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan, Fatmawati, menegaskan bahwa data kependudukan tidak hanya berfungsi sebagai angka statistik, tetapi menjadi dasar penting dalam merancang pembangunan manusia.
Menurutnya, pemerintah membutuhkan data yang akurat untuk menyusun program peningkatan kualitas keluarga, kesehatan masyarakat, pendidikan, hingga pencegahan stunting.
“Data kependudukan menjadi acuan penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan, terutama untuk meningkatkan kualitas keluarga dan mempersiapkan generasi yang sehat, produktif, berdaya saing serta jauh dari stunting,” ujarnya.
Dengan terus berkembangnya aktivitas ekonomi dan investasi di Luwu Timur, kebutuhan akan data kependudukan yang akurat diperkirakan akan semakin penting. Selain membantu pemerintah merancang kebijakan yang tepat sasaran, data tersebut juga menjadi dasar dalam mengantisipasi berbagai dampak pertumbuhan penduduk di masa mendatang.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

