Perempuan Muda di Sulsel Lebih Sulit Mendapatkan Kerja, Ini Datanya

Asdhar
3 Min Read
Ilustrasi (cg)
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Perempuan muda di Sulawesi Selatan masih menghadapi tantangan lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan dibanding laki-laki seusianya. Temuan ini muncul dalam publikasi Statistik Pemuda Provinsi Sulawesi Selatan 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan.

Data BPS menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pemuda perempuan mencapai 10,55 persen. Angka tersebut lebih tinggi dari TPT pemuda laki-laki yang berada pada level 8,79 persen.

Artinya, perempuan muda masih menghadapi hambatan lebih besar saat memasuki pasar kerja.

Kondisi ini menjadi perhatian karena jumlah pemuda di Sulawesi Selatan mencapai sekitar 2,42 juta jiwa atau 25,35 persen dari total penduduk. Dengan kata lain, satu dari empat penduduk Sulsel merupakan kelompok usia muda yang berada pada usia produktif.

BPS: Data Pemuda Penting untuk Menyusun Kebijakan

Kepala BPS Sulawesi Selatan, Aryanto, menjelaskan bahwa publikasi tersebut menyajikan berbagai informasi mengenai kondisi pemuda, mulai dari demografi, pendidikan, kesehatan, keluarga berencana, ketenagakerjaan, hingga teknologi informasi.

Aryanton berharap, data tersebut dapat menjadi rujukan dalam penyusunan rekomendasi dan strategi pembangunan kepemudaan di Sulawesi Selatan.

“Publikasi ini dapat menjadi salah satu rujukan dalam memberikan rekomendasi dan strategi pembangunan terkait kepemudaan di Sulawesi Selatan,” tulis Aryanto.

Temuan mengenai tingginya pengangguran perempuan muda menjadi salah satu gambaran yang perlu mendapat perhatian. Sebab, kelompok usia muda akan menjadi penopang utama pembangunan daerah pada masa mendatang.

Selain menghadapi tantangan pekerjaan, sebagian besar pemuda Sulsel juga telah memasuki usia kerja. BPS mencatat sebanyak 68,24 persen pemuda sudah tidak bersekolah lagi.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa mayoritas pemuda saat ini sedang bekerja, mencari pekerjaan, atau bersiap memasuki dunia kerja.

Peluang Kerja dan Keterampilan Jadi Tantangan

Tingkat pengangguran pemuda Sulawesi Selatan secara umum berada pada angka 9,47 persen. Artinya, dari setiap 100 pemuda yang masuk angkatan kerja, sekitar sembilan hingga sepuluh orang belum memperoleh pekerjaan.

Di tengah perkembangan investasi dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah, kebutuhan tenaga kerja juga terus berubah. Dunia usaha kini tidak hanya membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar, tetapi juga tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar.

Karena itu, peningkatan kompetensi menjadi faktor penting untuk memperbesar peluang kerja bagi generasi muda, termasuk perempuan.

Pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, keterampilan digital, dan pendidikan lanjutan menjadi beberapa langkah yang dapat membantu pemuda meningkatkan daya saing di dunia kerja.

Bagi daerah di kawasan Tana Luwu seperti Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur, data ini menjadi pengingat bahwa bonus demografi tidak cukup hanya mengandalkan jumlah penduduk usia produktif. Daerah juga perlu memastikan generasi mudanya memiliki akses yang lebih luas terhadap pendidikan, pelatihan, dan kesempatan kerja.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser