Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, kini memiliki peta administrasi dan infrastruktur berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang diharapkan dapat membantu perencanaan pembangunan desa lebih terarah.
Peta digital tersebut dikembangkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Muhammadiyah Palopo Posko 5 sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola desa berbasis data.
Keberadaan peta tersebut dinilai penting karena selama ini pemerintah desa masih menghadapi keterbatasan dalam penyajian data spasial yang rinci dan mudah dipahami.
Peta yang disusun tidak hanya memuat batas wilayah administrasi, tetapi juga menampilkan jaringan jalan, batas dusun, fasilitas ibadah, pusat pendidikan, hingga infrastruktur publik lainnya.
Dibuat dengan Teknologi AI dan SIG
Mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota UM Palopo, Adhiya Rahmat Nurhidayat, mengatakan penyusunan peta dilakukan melalui kombinasi survei lapangan, ground check, dan digitalisasi citra satelit.
Proses tersebut kemudian dipadukan dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan teknologi pemetaan berbasis AI.
“Peta administrasi dan infrastruktur ini kami rancang agar pemerintah desa memiliki basis data spasial yang kuat dan akurat untuk mendukung pembangunan jangka pendek maupun jangka panjang,” ujarnya.
Mahasiswa menyebut kebutuhan data spasial menjadi alasan utama program tersebut dikembangkan di Desa Bangun Jaya.
Pemerintah Desa Nilai Peta Permudah Perencanaan
Kepala Desa Bangun Jaya, Sunarsono, menilai peta tersebut menjadi aset informasi penting bagi pemerintah desa.
Menurutnya, keberadaan peta presisi akan mempermudah penyampaian informasi wilayah dalam berbagai forum koordinasi maupun perencanaan pembangunan.
“Selama ini kami cukup kesulitan menjelaskan potensi wilayah secara detail. Dengan adanya peta presisi ini, perencanaan pembangunan desa akan jauh lebih mudah dan terarah,” katanya.
Dosen pendamping lapangan, Ahmad Refki Saputra, menyebut data spasial yang valid menjadi instrumen penting dalam mendukung pembangunan desa yang lebih terukur.
Peta hasil pengembangan mahasiswa tersebut nantinya akan dipasang di Kantor Desa Bangun Jaya sebagai bagian dari pelayanan informasi publik.

