Di Tengah Musim Kering, Petani Pengkajoang Tetap Panen

Asdhar
4 Min Read
Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, menghadiri panen perdana yang dilaksanakan di Dusun Panasae, Desa Pengkajoang, Kecamatan Malangke Barat (Sumber: setda.luwuutarakab.go.id)
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

LUWURAYA.COM — Di tengah periode kemarau yang mulai meningkatkan tekanan terhadap sektor pertanian, panen perdana di Dusun Panasae, Desa Pengkajoang, Kecamatan Malangke Barat, menjadi momentum untuk melihat langsung kondisi produksi pertanian di Luwu Utara.

Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim menghadiri panen perdana tersebut pada Sabtu (22/8/2026). Kehadiran pemerintah daerah menjadi kesempatan untuk melihat langsung aktivitas pertanian sekaligus mendengar kondisi dan aspirasi petani di lapangan.

Dalam kegiatan itu, Bupati didampingi Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Pendidikan, Camat Malangke Barat, Kapolsek, Danramil, unsur Forkopimcam, Kepala Desa Pengkajoang, penyuluh pertanian, serta para petani.

Panen perdana tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian, terutama karena pertanian masih menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat di wilayah pedesaan.

Bagi pemerintah daerah, melihat langsung proses panen tidak hanya berkaitan dengan hasil produksi. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mengetahui kondisi pertanian, mendengarkan kebutuhan petani, serta memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, penyuluh, dan kelompok tani.

Andi Rahim menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong kesejahteraan petani.

“Pertanian merupakan salah satu sektor penting dalam menopang perekonomian masyarakat. Karena itu, pemerintah akan terus mendorong peningkatan produktivitas dan memberikan perhatian terhadap kebutuhan para petani,” ujar Andi Rahim.

Menurutnya, dukungan terhadap petani perlu terus diperkuat melalui pendampingan, penyuluhan, pemanfaatan teknologi, serta inovasi di sektor pertanian.

Ia juga mengajak para petani untuk mempertahankan semangat dan terus mengembangkan potensi pertanian di wilayah masing-masing.

Andi Rahim menilai keberhasilan panen bukan hanya hasil kerja petani, tetapi juga tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah, penyuluh, pemerintah desa, dan masyarakat.

Kekeringan Perlu Diantisipasi agar Tak Berujung Gagal Panen

Panen di Pengkajoang berlangsung ketika periode kemarau masih menjadi perhatian bagi sektor pertanian di Sulawesi Selatan. Kondisi cuaca kering perlu diantisipasi karena berkurangnya pasokan air dalam waktu panjang dapat meningkatkan tekanan terhadap tanaman dan berisiko memengaruhi produktivitas pertanian.

Karena itu, keberhasilan panen di satu wilayah juga perlu diikuti kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca pada periode berikutnya. Petani perlu memperhatikan ketersediaan sumber air dan kondisi tanaman, terutama apabila periode tanpa hujan berlangsung lebih panjang.

Pemantauan BMKG sebelumnya menunjukkan sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan telah mengalami periode hari tanpa hujan dalam kategori panjang hingga ekstrem. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan karena semakin panjang periode tanpa hujan, semakin besar pula potensi tekanan terhadap ketersediaan air, termasuk untuk kebutuhan pertanian.

Dalam konteks yang lebih luas, BMKG juga memprakirakan periode kemarau masih berlangsung pada Agustus 2026. Kondisi ini membuat sektor pertanian perlu mendapatkan perhatian, terutama dalam mengantisipasi kemungkinan berkurangnya pasokan air.

Bagi petani, antisipasi menjadi penting agar tanaman yang sudah ditanam dapat dipertahankan hingga masa panen. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pemantauan kondisi lahan, pengelolaan sumber air, serta koordinasi dengan penyuluh dan pemerintah apabila mulai muncul kendala di lapangan.

Panen perdana di Dusun Panasae pada akhirnya tidak hanya menjadi penanda hasil produksi pertanian, tetapi juga menjadi pengingat bahwa keberlanjutan produksi perlu dijaga di tengah perubahan kondisi cuaca.

Pemerintah Kabupaten Luwu Utara diharapkan terus memperkuat pendampingan kepada petani agar produktivitas pertanian tetap terjaga, sekaligus memastikan potensi risiko akibat musim kering dapat diantisipasi lebih awal.

Panen perdana di Desa Pengkajoang pun diharapkan menjadi awal yang baik bagi peningkatan produksi pertanian, penguatan ketahanan pangan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Malangke Barat.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser