Sekolah tidak lagi dipandang sekadar tempat belajar membaca, menulis, dan berhitung. Pemerintah Kabupaten Luwu Utara kini mulai memperkuat perhatian terhadap kesehatan dan gizi peserta didik. Hal itu sebagai bagian penting dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan.
Komitmen itu mengemuka dalam Forum Koordinasi School Health and Nutrition (SHN) Program Healthier Smiles. Kegiatan ini digagas oleh Save the Children Indonesia bersama Yayasan Celosia Marennu Indonesia.
Wakil Bupati Luwu Utara, Jumail Mappile, membuka forum tersebut di Aula Lagaligo Kantor Bupati Luwu Utara, Selasa (23/6/2026). Dia sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada proses belajar mengajar, tetapi juga oleh kondisi kesehatan dan gizi anak.
Sekolah Sehat Butuh Kolaborasi Semua Pihak
Jumail mengatakan sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku hidup sehat, karakter, dan kualitas generasi masa depan.
Karena itu, menurutnya, upaya mewujudkan sekolah sehat tidak hanya menjadi tanggung jawab kepada guru atau tenaga kesehatan saja.
“Upaya mewujudkan sekolah yang sehat membutuhkan kerja sama yang kuat antara sektor pendidikan, kesehatan, pemerintah desa, keluarga, dan masyarakat. Tantangan kesehatan dan gizi anak tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Melainkan membutuhkan koordinasi dan sinergi lintas sektor yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menilai pemerintah desa juga memiliki peran penting dalam mendukung pembinaan UKS dan berbagai program kesehatan peserta didik.
Menurut Jumail, pemerintah desa memiliki sumber daya, kewenangan, serta kedekatan dengan masyarakat yang dapat memperkuat pelaksanaan program kesehatan dan gizi anak di lingkungan sekolah.
Program Sekolah Sehat Jadi Investasi Masa Depan
Forum tersebut juga menjadi ruang koordinasi bagi pemerintah daerah, sektor kesehatan, dunia pendidikan, dan organisasi mitra untuk menyamakan langkah dalam membangun sekolah yang lebih sehat.
“Forum ini menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan peran masing-masing pihak sekaligus merumuskan langkah-langkah konkret dalam mendukung kesehatan dan gizi peserta didik di sekolah. Harapan kita, koordinasi yang terbangun semakin kuat sehingga program berjalan lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan,” kata Jumail.
Selain pembukaan forum, peserta juga mengikuti sejumlah sesi materi.
Project Manager Sekolah Sehat Yayasan Celosia Marennu Indonesia, Ardiani, memaparkan gambaran Program Healthier Smiles beserta implementasinya dalam mendukung kesehatan peserta didik.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Utara, Khaerul Muddin, menjelaskan penguatan Program Sekolah Sehat dari sisi layanan kesehatan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Utara, Kamal Alnan, memaparkan arah kebijakan implementasi Program Sekolah Sehat di lingkungan pendidikan.
Melalui forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara berharap kolaborasi antarsektor semakin kuat sehingga sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang yang mampu membentuk kebiasaan hidup sehat, memperbaiki status gizi anak, dan melahirkan generasi yang lebih berkualitas.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

