Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Mengoleksi Sepeda Ontel dari Berbagai Negara Eropa
Komunitas

Mengoleksi Sepeda Ontel dari Berbagai Negara Eropa

Redaksi
Redaksi Published 4 Oktober 2012
Share
4 Min Read
SHARE

Sore itu tepatnya di Kecamatan Sukamaju, Luwu Utara, seorang pria dengan semangat mengayuh tunggangan antiknya. Dia adalah Inu Iswanu, seorang pemerhati persoalan pertanian di Luwu Utara.

Sebagai kolektor sepeda onthel, Inu mengaku bukan perkara mudah untuk mengumpulkan sepeda-sepeda tersebut. Sudah belasan tahun dia berburu sepeda onthel hingga koleksinya saat ini sudah mencapai 33 buah.

Kepada luwuraya.com, Inu menceritakan, jika upayanya berburu sepeda onthel bukanlah perkara mudah karena butuh proses dan waktu yang cukup lama.

Baca Juga

Bupati Lutra Dorong Petani Tingkatkan Produktivitas Sawah

“Untuk mendapatkan sepeda antik ternyata tak mudah. Butuh proses dan waktu yang tidak sebentar. Berbeda jika kita membeli mobil baru atau motor baru, asal punya uang, kendaraan tersebut bahkan siap di antarkan ke rumah. Kalau onthel walaupun ada uang, tidak semua orang mau melepasnya. Hal ini saya alami langsung, ada yang sudah disimpan di kandang ayam, penuh dengan kotoran ayam dalam kondisi mengenaskan, tinggal rangka bahkan di beberapa bagian sudah ada yang keropos dimakan usia, namun pemiliknya enggan melepas karena dianggap berjasa dalam mencari nafkah di kala jaman susah dulu,” kata pria humoris ini sambil sesekali tertawa lepas menceritakan pengalamannya.

Bahkan, beberapa jenis onthel yang dia koleksi di antaranya berasal dari negara-negara Eropa, seperti Inggris, Belanda dan Jerman. Padahal awalnya dia cuma merogoh kocek sebesar Rp 1 Juta untuk membeli sepeda onthel pertamanya.

“Awalnya saya cuma membeli onthel seharga Rp 1 Juta, tapi setelah itu koleksi saya bertambah dengan onthel-onthel yang saya dapatkan dari luar negeri, seperti Inggris, Belanda dan Jerman,” ungkapnya.

Hingga saat ini  sepeda onthel yang dimiliki Inu mencapai 33 buah. Dia pun hafal sejarah masing-masing sepeda yang pernah dibeli. Namun saat ini tinggal 17 saja yang tersisa karena terbatasnya ruangan dan sebagian dihibahkan kepada teman atau dijual pada sesama pencinta onthel.

“Hobby saya yang satu ini memang tergolong lengkap. Selain banyak teman, tentu kepuasan batin juga terpenuhi. Bahkan kalau bersepeda badan pun jadi sehat, Belum lagi jika dikaitkan dengan nilai sejarah yang merupakan kebanggaan tersendiri.  Kira-kira itulah alasannya mengapa akhir-akhir ini semakin banyak saja perkumpulan sepeda onthel bermunculan di berbagai kota di Indonesia, termasuk di Luwu Utara,” pungkas Inu

Untuk aktifitas sehari-harinya, Inu juga kerap memanfaatkan sepeda onthel-nya. Bahkan dia sering membonceng istri dan anak-anaknya ke pasar dengan sepeda onthel tuanya.

Pria ini juga dikenal cukup gigih dalam mempromosikan keistimewaan dan manfaat dari sepeda onthel. Jadi, tidaklah heran jika di Luwu Utara kini berdiri berbagi komunitas sepeda onthel.

Tidak saja di kalangan masyarakat biasa, tetapi juga di kalangan birokrasi, khususnya para pejabat di eksekutif dan legislatif. Bahkan ada juga PNS yang memakai sepeda jenis ini ke kantor. Tidak ketinggalan pula orang nomor satu di Luwu Utara, Bupati  Arjuna, juga sangat senang dengan jenis sepeda ini.

“Saya bersyukur sekali karena sepeda onthel ini sangat digemari masyarakat dan pejabat yang ada di Luwu Utara. Kini sepeda onthel menjadi primodona di Luwu Utara,” ujar Inu, ketika koran ini mengunjungi usaha onthel-nya di Kecamatan Sukamaju. (man/ar)

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Bupati Luwu Utara Buka Muscab V Pramuka, Tentukan Arah Organisasi Lima Tahun

Jaksa Beri Edukasi Hukum Kepada Pelajar, Bahaya Narkoba hingga Judi Online Jadi Sorotan

Masjid Agung Syuhada Masamba Jadi Rest Area Mudik “Andalan Hati” di Jalur Luwu Raya

Angka Kemiskinan Terus Turun, Lutra Siapkan Strategi Baru Berdayakan 500 KK pada 2026

BMKG Prediksi Cuaca Mudik di Luwu Raya Didominasi Hujan Ringan

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Kabupaten Luwu Siap Realisasikan SKB 5 Menteri
Next Article FAJI Palopo Gelar Pelatihan Arung Jeram
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi Berita lainnya

Metro

Pemkab Luwu Utara Anggarkan Rp21,6 Miliar untuk Program JKN PBPU 2026

13 Maret 2026
Hukum

Jelang Idulfitri, Luwu Utara Tingkatkan Pengamanan Mudik

13 Maret 2026
Ekonomi

Amartha.org dan Rainforest Alliance Latih UMKM Perempuan Luwu Utara Kuasai Literasi Keuangan

11 November 2025
Komunitas

Dwi Heryanto Kolaborasi dengan Milenial Tomoni Salurkan Bantuan Kebakaran Sorowako

5 September 2025
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?