Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Pasangan HATI Dukung Perjuangan IA Untuk Pimpin Sulsel
Politik

Pasangan HATI Dukung Perjuangan IA Untuk Pimpin Sulsel

Redaksi
Redaksi Published 4 Oktober 2012
Share
3 Min Read
SHARE

Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo, Haidir Basir-Thamrin Djufri (HATI) adalah satu-satunya calon Wali Kota yang terang-terangan menyatakan dukungan terhadap calon Gubernur Sulawesi Selatan Ilham Arif Sirajuddin-Abdul Aziz Kahar Mudzakkar (IA) menduduki posisi 01 di Sulawesi Selatan.

Haidir Basir yang ditemui luwuraya.com di kediamannya, Jalan Andi Mamppanyompa, Kota Palopo, Senin (01/10/12) mengatakan sebagai wija luwu yang lahir dan besar di tanah luwu sudah sepatutnya mendukung perjuangan IA untuk memenangkan Pilgub Sulsel nanti.

“Sudah saatnya wija Luwu menjadi garda terdepan di Sulawesi Selatan, Ilham Aziz tidak akan berlaku diskriminatif jika nantinya diberikan amanah untuk memimpin Sulsel,” ujar Haidir.

HB mengatakan Wija Luwu hanya akan diperhatikan ketika menjelang Pemilihan Kepala Daerah atau pemilihan Presiden saja, setelah itu, dilupakan dan tidak dihiraukan lagi. Sehingga tidak salah jika Aziz mengatakan bahwa Wija Luwu hanya dijadikan pendorong mobil yang mogok. Untuk itu sudah saatnya masyarakat Luwu raya bersatu dan berjuang memenangkan IA menjadi Gubernur Sulawesi Selatan tahun 2013 mendatang.

Disebutkan HB, pemerataan pembangunan di Sulawesi Selatan memang belum dinikmati secara maksimal oleh orang Luwu. padahal Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari tanah Luwu merupakan penyumbang yang terbesar di Sulawesi Selatan.

Salah satu bentuk diskriminatif Pemerintah Sulawesi Selatan adalah dana bantuan bencana alam yang diterima Pemprov Sulsel, tidak sepeserpun yang disalurkan ke Tanah Luwu. HB juga menyebutkan sejak Indonesia merdeka sampai sekarang tidak satupun Wija Luwu yang menempati posisi strategis di Provinsi Sulsel. Misalnya dari 51 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada di Provinsi, tak satupun dijabat oleh Wija to Luwu.

“Sudah saatnya kita berubah, masyarakat Luwu harus bersatu mendukung dan memenangkan IA yang notabene adalah putra asli Luwu, kita harus manfaatkan kesempatan ini,” katanya.

Menyinggung Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) Kota Palopo tahun 2013 mendatang, HB tidak mau sesumbar, namun perjuangannya untuk memenangkan Pemilukada Kota Palopo menjadi harga mati. HB yang saat ini masih menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Kota Palopo terus bekerja keras menggalang dukungan masyarakat Kota Palopo.

Sementara itu, Juru bicara tim HATI, Abdul Hakim Jafar mengatakan majunya Aziz untuk mendampingi Ilham Arif Sirajuddin menjadi pemimpin baru Sulsel, patut didukung dan diperjuangkan. IA adalah pasangan yang akan berjuang untuk kesejahteraan masyarakat Luwu raya dan Sulawesi Selatan pada umumnya.

“Kami sangat yakin, jika IA diberikan kesempatan untuk memimpin Sulsel, pemerataan pembangunan akan kita rasakan, dan tidak akan ada lagi diskriminatif terhadap masyarakat Luwu,” ujar pria yang akrab disapa Kimet ini.

Kimet menambahkan visi misi IA sejalan dengan visi misi pasangan HATI, semuanya bermuara untuk mensejahterakan masyarakat Luwu dan memberikan yang terbaik untuk Kota Palopo.

“Sudah saatnya masyarakat Luwu raya menjadi penarik mobil mogok, jangan lagi mau dibodohi menjadi pendorong mobil yang mogok, setelah itu kita ditinggal dan dilupakan begitu saja,” ungkapnya.(b)

Haswadi

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Dinkes Palopo Imbau Warga Tidak Panik Terkait Virus HMPV, Fokus pada Hidup Sehat

Ratusan Hektar Sawah di Luwu Terancam Gagal Panen

Ini Pesan Datu Luwu Kepada Kepala Daerah Terpilih di Tana Luwu

Ketua Dekranasda Palopo Kenakan Batik Patikala di Ajang Fashion Show Warna Budaya

Mahasiswa UNCP Raih Medali Emas di Ajang Sains Nasional

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Jadwal Tak Jelas, Isu Honorer K-1 Kerap Jadi Komoditas Politik
Next Article Tana Toraja dan Torut Rencanakan Gelar Festival Budaya Toraja
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Might Also Like

Politik

‘Nakal’, KPU Luwu Pecat Dua Ketua PPK dan Dua PPS

29 Juli 2013
Kuliner

Kapurung Juga Dimakan Di Belanda

17 Februari 2011
Video

Waspada, Debit Sungai Bambalu Meningkat

14 Desember 2024
Ekonomi

Kenaikan Harga LPG 12 Kg, Picu Kelangkaan LPG 3 Kg di Palopo

25 Agustus 2014
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?