Pemerintah Kabupaten Luwu Utara (Lutra) dan DPRD Lutra kembali menyepakati untuk fokus menekan angka kemiskinan dan pengangguran di tahun 2013. Untuk itu, DPRD mengalokasikan dana pada APBD Lutra setiap tahunnya untuk pengentasan kemiskinan yang terkait dengan pengangguran ternyata cukup besar.
Ketua DPRD Lutra, Basir mengatakan dalam menekan kemiskinan di Lutra tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan, butuh dana yang tidak sedikit untuk pengentasan permasalahan tersebut, dan setiap tahunnya DPRD mengalokasikan dana dari APBD rata-rata 45,00 persen.
“Buktinya tahun 2012 lalu DPRD mengalokasikan dana untuk pengentasan kemiskinan sebesar Rp 115 miliar atau 43,33 persen APBD Lutra, dan untuk tahun 2013 ini, dana yang dialokasikan hampir sama dengan tahun kemarin,” kata Basir, Jumat (19/4/13).
Menurutnya, kebijakan menganggarkan dana terkait dengan kemiskinan tersebut sudah sesuai dengan komitmen dan janji politik bupati yang tertuang dalam dokumen perencanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPMJD) Luwu Utara 2010-2015.
“Pada tahun 2010, Rp 97 miliar atau 37,25 persen dianggarkan untuk pembentukan investasi, dan lebih Rp 77 miliar atau 29,79 persen APBD untuk pembangunan yang berhubungan dengan proses angka penganggugran. Sedang pada tahun 2011, dianggarkan sebesar kurang lebh Rp 167 miliar, 58,85 persen, dan RP 111 miliar, 39,06 persen di APBD lebih diperuntukan pada kegiatan penurunan angka pengangguran tahun 2011,” ungkap Basir.
Arief Abadi