Suasana di Desa Buangin dan Desa Toropedo Jaya yang terlibat bentrok di Kecamatan Sabbang Kabupaten Luwu Utara, pada Selasa (7/5/13) lalu, hingga kini masih mencekam.
Hingga Kamis (9/5/13) petang, puluhan aparat kepolisian dan TNI masih berjaga-jaga di perbatasan kedua desa bertetangga tersebut. Penjagaan ketat itu dilakukan karena ada isu berkembang bila pemuda Desa Toropedo Jaya berniat menyerang kembali ke Desa Buangin.
Berdasarkan pantauan Luwuraya.com belasan personel kepolisian terlihat berjaga-jaga di rumah korban tewas penikaman, Buyung alias Tejo di Dusun Salulaia Desa Toropedo Jaya yang pada malam hari ini berlangsung acara tasyiah malam ketiga.
“Sampai saat ini kondisi desa terlihat sepi dan mencekam. Warga lebih memilih untuk menetap di rumahnya masing-masing dan tidak melakukan aktifitas, apalagi malam ini merupakan malam ketiga meninggalnya korban penikaman dan dikediaman korban berlangsung acara ta’siyah,” kata Kepala Desa Toropedo jaya, Aris M pada Luwuraya.com.
Perlu diketahui, bentrokan antar dua warga desa itu kembali terjadi dipicu kasus penikaman yang dilakukan Bed (28) Pemuda Desa Buangin terhadap Tejo warga Desa Toropedo Jaya hingga tewas.
Insiden penikaman bermula saat Tejo bersama seorang rekannya sedang makan di sebuah warung makan di Desa Bakka. Tak lama berselang Bed dengan sejumlah rekannya tiba di warung tersebut.
Sebelumnya antar Bed dan Tejo sempat berselisih. Lantaran keduannya masih memendam dendam akibat perselisihan tersebut, akhirnya di warung makan terjadi perkelahian yang berujung tertikamnya Tejo hingga tewas. (b)
Arief Abadi




