Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Biaya PSB Dikeluhkan, DPRD Segera Cek ke Sekolah
News

Biaya PSB Dikeluhkan, DPRD Segera Cek ke Sekolah

Redaksi
Redaksi Published 29 Juni 2013
Share
2 Min Read
SHARE

Sejumlah orang tua siswa mengeluhkan tingginya biaya Pendaftaran Siswa Baru (PSB) yang dipatok sekolah tingkat SMA/SMK di Kabupaten Luwu Utara (Lutra). Betapa tidak, orang tua siswa harus mengorek kocek hingga ratusan ribu rupiah untuk membayar perlengkapan atribut sekolah dan sejumlah buku paket.

Keluhan itu membuat sejumlah anggota DPRD Lutra berjanji akan segera melakukan kroscek langsung ke setiap sekolah untuk mengetahui diperuntukan apa dana ratusan ribu rupiah yang diwajibkan pihak sekolah pada siswa baru tahun ajaran 2013 ini.

“Keluhan itu memang telah sampai ke DPRD dan rencananya dalam waktu dekat ini kami segera turun ke sekolah-sekolah yang dilaporkan membebani siswa baru dengan biaya ratusan ribu rupiah untuk pembelian buku paket,” kata Anggota DPRD Lutra, Andi Suriadi, Sabtu (29/6/13).

Sementara itu, Mahfud Jamin salahsatu orang tua calon siswa di SMA 1 Masamba mengakui bila biaya PSB yang dibebankan pada calon siswa baru cukup tinggi.

“Anak saya disuruh bayar ratusan ribu untuk membeli buku paket termaksud atribut. Total Rp 878 ribu, dan biaya ini menurut saya cukup membebani,” kata Mahfud.

Menurutnya buku yang harus dibayar tersebut adalah buku pendidikan Agama Islam, Rp 53 ribu, buku Biologi Rp 47 ribu, buku Penjas Rp 53 ribu, buku Ekonomi Rp 60 ribu, buku Geografis Rp 55 ribu, Bahasa Indonesia, Rp 63 ribu, Seni Rupa Rp 45 ribu, Kewarganegaraan Rp 49 ribu, Fisika Rp 62 ribu, buku TIK Rp 65 ribu, Matematika Rp 59 ribu, Bahasa Inggris Rp 57 ribu dan buku sejarah Rp 41 ribu.

“Siswa juga disuruh membayar atribut dari koperasi sekolah sebesar Rp 52 ribu,” ujarnya.

Keluhan juga datang dari orang tua siswa baru di SMA 2 Masamba yang harus membayar Rp 725 ribu juga untuk membeli buku mata pelajaran. Sedang di SMK 1 Mappedeceng siswa harus membayar Rp 500 ribu.

Arief Abadi

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

KPU Luwu Utara Lantik Relawan Demokrasi

Pemerintah Lutim Minta Investasi Tambang Jaga Aturan dan Kepercayaan Publik

DPRD Lutim Sahkan Ranperda Penyertaan Modal untuk PT LTG

Gara-Gara Beda Pilihan, Dua Warga di Luwu Saling Bacok

Berbagi Takjil, Umat Katolik Malili Tunjukkan Toleransi di Bulan Ramadan

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Pasca Banjir Bandang, Sejumlah Sekolah Masih Terendam Lumpur
Next Article PPP Optimis Capai Target Menangkan Pemilu 2014 di Lutra

You Might Also Like

Hukum

Polda Sulsel Usut Dugaan Korupsi Rp1,6 Miliar di BUMD PT LTG

2 November 2025
Luwu TimurPolitik

Pengamat: Hasil Survey Lebih Berkualitas dan Mendekati Kebenaran

8 Desember 2020
News

Tuntaskan Dampak Kebocoran Pipa, Bupati Pimpin Rakor Bersama PTVI

6 September 2025
Metro

Mutasi Kembali Bergulir, Martin Jaya Jabat Staf Ahli

5 Juni 2013
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?