Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » DPRD Lutra Pertanyakan Kualitas Raskin
News

DPRD Lutra Pertanyakan Kualitas Raskin

Redaksi
Redaksi Published 29 Juni 2013
Share
2 Min Read
SHARE

Legislator Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Muhammad Ibrahim mempertanyakan kualitas beras miskin (Raskin) yang dibagikan ke masyarakat miskin di Kecamatan Malangke. Kualitas Raskin yang diterima masyarakat ada yang berbau, warna kuning, dan pecah-pecah.

Baca Juga

Tiga Emas Antar Luwu Timur Jadi Juara Umum IV MTQ Sulsel

”Banyak aduan warga yang terima Raskin yang mengatakan kualitasnya sangat buruk. Selain itu, timbangannya juga berkurang,” ungkap Ibrahim, pada luwuraya.com, Sabtu (29/6/13).

Menurutnya, bahkan ada masyarakat yang mencoba menjual Raskin tersebut ke pasar, harga Raskin yang dapat dibelikan pedagang hanya berkisar Rp4.000 hingga Rp4.500 per kilogram. Padahal, harga beras yang dibelikan Bulog mencapai Rp6.600 per kilogram.

“Bulog yang tidak memperbaiki kualitas raskin karena tidak ada laporan. Sebab, bagaimana masyarakat melaporkan beras yang diterima, sementara mereka sudah lapar. Seharusnya standar raskin adalah medium. Artinya, asal bukan kualitas super,” kata Ibrahim.

Dia mengatakan, pengawasan penyaluran Raskin perlu diperketat oleh semua pihak utamanya pemerintah daerah karena sangat dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas Raskin di lapangan.

Sementara itu, Wakil Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani mengatakan, masalah Raskin bukan hanya diawasi pemerintah, melainkan butuh pengawasan semua pihak.

”Termasuk juga pengawasan dari anggota DPRD Luwu Utara,” ujar Indah.

Menurut dia, apabila Raskin disalurkan ke daerah penerima manfaat, maka harus diperiksa. Bagaimana kualitas Raskin yang akan dibagikan, harus dicermati. Apabila kualitasnya sangat rendah, sebaiknya tidak ditandatangani surat serah terima barangnya.

Arief Abadi

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Luwu Timur Siap Punya Charging Station, Bupati Teken MoU Kendaraan Listrik

Nunun Jadi Mahasiswa Pertama UMPalopo Ujian Skripsi Libatkan Penguji Internasional

Bupati Lutra Dorong Petani Tingkatkan Produktivitas Sawah

Camat Tomoni Timur Kukuhkan Pengurus Baru Forum Anak HITA KARANA

Halalbihalal Bersama Forkopimda, PT Vale Perkuat Sinergi Bangun Luwu Timur

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Korban Banjir Bandang di Palopo Mengaku Belum Mendapat Bantuan
Next Article Pasca Banjir Bandang, Sejumlah Sekolah Masih Terendam Lumpur

Rekomendasi Berita lainnya

Ekonomi

MIND ID Andalkan PT Vale Dorong Rantai Pasok Baterai EV

17 April 2026
Hukum

Aparat Tindak Dugaan Perambahan Hutan di Wilayah Konsesi PT Vale

17 April 2026
Ekonomi

Komisi XII DPR RI Apresiasi Langkah PT Vale Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik

17 April 2026
Pendidikan

Kasi Bimas Islam Kemenag Palopo Ajak Profesional Lanjut Studi di Pascasarjana UIN Palopo

17 April 2026
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?