Kepala Dinas PU Kota Palopo, Anshari Masud yang dimintai keterangannya terkait tanggapan Wali Kota Palopo yang tidak mempercayai langkah penanganan banjir Dinas PU Palopo, langsung angkat suara.
“Kami hanya minta pak Wali Kota untuk tidak langsung mem-vonis bahwa program kami tidak bisa dipercaya, beri kami kesempatan untuk merealisasikan program kami,” ujar Anshari.
Menurutnya, program penanganan banjir saat ini sudah dilakukan secara terpadu, yang baru dirancang pada tahun 2012 lalu, dan hal ini sudah dikoordinasikan dengan Balai Besar Sungai Jeneberang.
“Kepala dinas sebelumnya, belum pernah merancang konsep penanganan banjir, hanya mengandalkan dana APBD untuk menyelesaikan banjir untuk jangka pendek, baru pada saat saya dilantik menjadi kepala dinas baru ada konsep ini dirancang yang sifatnya merupakan solusi jangka panjang, dan kami sedang berupaya merealisasikannya,” ujar Anshari.
Dia pun merincikan, persoalan banjir di Kota Palopo, cukup kompleks, yakni terdiri dari tiga jenis banjir yang kerap terjadi bersamaan sehingga membuat kondisi banjir semakin buruk. ketiga jenis banjir tersebut yakni banjir kiriman dari daerah lain, banjir rob (banjir dari air laut pasang), dan banjir yang disebabkan kondisi drainase kota yang tidak berfungsi.
“Bencana banjir yang terjadi saat ini, ummnya disebabkan karena ketiga jenis banjir ini terjadi bersamaan, dan hal inilah yang sedang kita konsepkan untuk penanganannya, dan kami targetkan dua hingga tiga tahun ke depan, Palopo sudah bebas dari banjir, sepanjang seluruh stake holder bisa bekerjasama dalam mewujudkan program tersebut,” ujar Anshari.
Haris ‘Eghy’ Abdullah




