Sembilan anggota DPRD Kabupaten Luwu Utara (Lutra) yang partainya tidak lolos sebagai peserta Pemilihan Umum 2014 dan menjadi Calon legislatife (Caleg) dari Partai lain sampai saat ini surat keterangan pemberhentiannya belum diproses di DPRD Lutra.
Hal itu terungkap dalam rapat audiens Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lutra dengan sejumlah legislator yang dipimpin langsung Ketua DPRD Lutra, Basir dan dihadiri Kelima komisioner KPU, Suprianto, Abdul Azis, Srianto, Almunawar, dan Syamsul Bachri di ruang aspirasi Gedung DPRD Lutra, Rabu (10/7/13).
Ketua DPRD Lutra, Basir mengatakan pihaknya berjanji akan segera menyerahkan Surat Keterangan (SK) pemberhentian ke Sembilan legislator sedang tahap proses ke KPU sebelum tanggal 1 Agustus mendatang.
“Yang pastinya surat keterangan pemberhentian sedang dalam proses akan segera kami serahkan kepada KPU sebelum tanggal yang ditetapkan. Itu janji kami, karena kalau tidak diserahkan kasihan teman-teman dapat di coret dalam Daftar Caleg Tetap (DCT),” kata Basir.
Sementara legislator asal Partai RepublikaN, Sudirman Salomba saat ditemui luwuraya.com di ruang kerja, Kamis (11/7/13) membenarkan bila sampai saat ini dirinya dan Delapan legislator lainnya belum memasukan SK pemberhentian mereka dari Partai masing-masing ke sekertaris dewan untuk diproses.
“Namun dalam waktu dekat ini semuanya telah menyatakan akan segera memasukan berkas tersebut untuk diproses dan diserahkan ke KPU. Bila ditanya, kenapa belum menyerahkan berkas, rata-rata terkendala pada partai yang belum menandatangani surat pemberhentian tersebut, sehingga kami belum serahkan ke DPRD,” kata Sudirman.
Untuk diketahui, ke Sembilan anggota dewan itu terdiri dari, anggota DPRD dari asal Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN), Paradenga, anggota DPRD dari Partai Kedaulatan, Kamal Said, anggota dewan asal Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP) Hamka Muslimin dan anggota dewan asal Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Filosopis Rusli.
Selain itu, anggota DPRD dari PDK, Muhammad Ibrahim, anggota dewan asal Partai RepublikaN, Sudirman Salomba bersama anggota dewan dari Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) Andi Ghazaly Shadiq serta anggota DPRD, Paulus Palino dari Partai Damai Sejahtera (PDS) dan Yamsir asal Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB).
Arief Abadi




