Pj Sekretaris Daerah Kota Palopo, Zulkifli Halid menyebut kondisi fiskal daerah saat ini tidak sedang baik-baik saja. Tekanan anggaran dinilai semakin berat setelah adanya pemotongan transfer ke daerah sebesar Rp168 miliar.
Dia menjelaskan kapasitas keuangan Kota Palopo menjadi yang paling kecil dibanding daerah lain di kawasan Luwu Raya.
“Kalau dilihat dari presentase kekuatan APBD kita, di Luwu Raya, kita yang paling kecil hanya Rp845 miliar,” ujarnya, Senin, 20 April 2026.
Menurut Zulkifli, kemampuan fiskal yang terbatas membuat pemerintah daerah tidak bisa hanya mengandalkan APBD untuk menjalankan pembangunan maupun pelayanan masyarakat.
Karena itu, Pemkot Palopo terus berupaya menghadirkan program dari pemerintah pusat agar pembangunan tetap berjalan.
“Karena jika hanya mengandalkan APBD seperti itu, kita tidak mampu. Makanya sekarang Wali Kota dan Wakil Wali Kota lebih sering di luar daerah untuk melobi mendatangkan program pusat ke Palopo,” katanya.
Ia menegaskan pemerintah daerah tengah mencari berbagai solusi agar roda pemerintahan tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran.
Sekda juga meminta seluruh aparatur pemerintah memahami kondisi riil keuangan daerah dan ikut berkontribusi sesuai tugas masing-masing.
“Ini saya berikan gambaran kepada semua pegawai, bahwa kondisi keuangan kita tidak baik-baik saja,” tegasnya.
Dengan tekanan fiskal yang terjadi, peningkatan pendapatan daerah dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga stabilitas keuangan Kota Palopo.




