Pengguna jalan di jalur Trans Sulawesi meminta kepada pihak kontraktor pelaksana, PT Karya Pribumi Sawerigading, yang sedang melakukan pengerjaan pelebaran jalan di kawasan startegis di perbatasan wilayah luar dan terdepan Kecamatan Sabbang dan Baebunta Kabupaten Luwu Utara (Lutra), agar segera bisa tuntaskan pengerjaannya sebelum datangnya masa arus mudik Lebaran 2013.
Mereka berharap proyek perbaikan jalan yang menggunakan anggaran APBN sekitar Rp20 miliar tersebut, pengerjaannya bisa di rampungkan secepanya agar tidak mengganggu kelancaran arus mudik kendaraan.
Rohid (35) sopir angkutan umum trayek Kabupaten Lutim-Kota Palopo yang setiap harinya melintas di jalur tersebut berharap perbaikan jalan bisa segera tuntas.
“Kita para sopir bisanya hanya berharap agar pengerjaan proyek tersebut dilakukan secara baik dan bisa selesai sebelum memasuhi H-7 lebaran tahun ini. Karena saat ini saja, adanya pengerjaan itu kadang membuat kemacetan kendaraan, apalagi bila masa mudik,” kata Rohid, Minggu (21/7/13).
Senada, sandi (27) warga Kecamatan Sabbang, meminta agar pengerjaan proyek yang dilaksanakan sejak Maret lalu berjalan selama 180 hari tersebut dilakukan secara benar dan profesional.
“Setiap hari saya melintas di jalan itu untuk ke kantor. Pengerjaannya dimulai sejak Maret lalu dan sampai saat ini belum selesai dan sejak saat itu, sudah banyak pengendara motor yang terjatuh akibat lubang-lubang yang digali pekerja pada bahu jalan tidak diperhatikan oleh pengendara. Apalagi saat ini musim hujan sehingga terkadang lubang itu tertutup air. Begitupun malam hari ditambah minimnya rambu atau tanda-tanda serta penerangan jalan yang dipasang oleh rekanan,” ujarnya.
Pantauan luwuraya.com, ruas jalan di wilayah Kecamatan Sabbang dan Baebunta sejumlah alat berat terus melakukan pengerjaan proyek pembagunan dan pelebaran jalan di sejumlah titik.
Selain itu, masih banyak lubang-lubang pada bahu jalan yang sudah digali oleh pekerja belum di tempel dan di beberapa titik tumpukan material batu kerikil yang berada di bahu jalan mengganggu arus kendaran yang melintas.
Arief Abadi




