Kepala Lembaga Pemasayarakatan (Lapas) Kelas II A Palopo, Sri Pamudji mengatakan tidak terjadi keributan di Lapas yang dipimpinnya itu, meski begitu dia tidak menampik sempat terjadi kegaduhan diantara para tahanan.
Kepada luwuraya.com, Sri mengatakan kejadian ini bermula saat adanya salah seorang tahanan yang mendapatkan kiriman dari keluarganya. Saat menerima kiriman tersebut, tahanan yang tidak disebutkan namanya itu masuk ke dalam ruang portir.
“Saya selaku Kepala Lapas marah dengan kejadian itu, sebab ruang portir adalah kawasan streril dan terlarang bagi narapidana,” ujar Sri.
Saat kejadian itu, dia mengaku sempat melakukan tendangan secara spontan ke bagian kaki tahanan yang melanggar tersebut. “Karena ditendang, tahanan itu tidak terima dan sempat teriak-teriak, sehingga penghuni yang lainnya juga ikut teriak,” katanya.
Meski begitu, dia mengakui bersalah karena telah melakukan tindakan tersebut dan mengaku telah meminta maaf kepada yang bersangkutan. “Tindakan itu adalah spontan karena adanya pelanggaran tahanan yang masuk ke area yang dilarang atau tidak tertib, namun saya sudah meminta maaf kepada yang bersangkutan atas kejadian ini, termasuk kepada istri tahanan tersebut,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, Suasana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A dikabarkan sempat terjadi kericuhan.
Berdasarkan informasi dari salah seorang Napi di Lapas Kelas II A Palopo mengatakan, kejadian itu dipicu tindakan Kapala Lapas Kelas II A Palopo, Sri Pamudji yang menendang salah satu Napi.
Asdhar




