Master Campaign tim pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Basmin Mattayang-Syukur Bijak untuk Kabupaten Luwu periode 2014-2019, Hamka Hidayat mengaku sangat khawatir kemungkinan politik uang di pesta demokrasi masyarakat Luwu.
Hal ini ditegaskan Hamka setelah mencium kuatnya indikasi politik uang. Indikasi tersebut terendus dari informasi sejumlah tim di lapangan.
“Makanya, BAIK mengharapkan tim dan pendukung untuk selalu waspada dan menyiapkan langkah antisipasi atas hal ini. Tim kita akan selalu menggawangi basis TPS-nya masing-masing agar tidak kebobolan dari praktik kotor itu,” kata Hamka, saat ditemui di Posko Induk BAIK, Belopa, 12/09/13.
Hamka memastikan pasangan BAIK tidak akan mengikuti langkah pihak-pihak yang akan bermain politik uang.
“Jangankan melakukan, memikirkan saja kami tidak pernah. Politik uang ini sangat merusak esensi demokrasi pemilihan langsung yang sedang dibangun dengan susah payah,” sebut Hamka.
Oleh karena itu, Hamka juga meminta kepada penyelenggara pemilukada Luwu agar memberi perhatian khusus pada kemungkinan praktik-praktik tersebut dilakukan.
“Panwaslu tidak boleh diam dengan kemungkinan ini,” tegas Hamka.
Hamka menilai praktik politik uang akan menimbulkan korban demoralisasi dan memerlukan rehabilitasi yang panjang.
“Secara etika, politik uang merupakan sebuah praktik kotor, karena di situ ada hak orang yang dibeli dengan harga murah,” katanya.
Praktik politik uang, lanjutnya, merupakan perampasan terhadap hak asasi seseorang untuk menentukan pilihannya secara mandiri sesuai nuraninya.
“Ada unsur pemaksaan secara halus di balik uang yang diberikan. Money politics merupakan praktik kotor yang merusak pemilukada, dan tentu saja merusak demokrasi sebagai bangunan yang ditopang oleh pemilukada itu sendiri,” ungkap Hamka.
Bagi Hamka, politik uang sama dengan “sogok-menyogok”. Sogok-menyogok hukumnya haram dilakukan.
“Jadi jika terpilih sebagai pemimpin dari hasil sogok-menyogok, maka itu pemimpin yang haram, dan tidak akan membawa faedah dan manfaat bagi kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panwaslu Luwu, Siming mengungkapkan jika pihaknya siap menerima dan menindak lanjuti setiap pelanggaran yang ditemukan oleh masyarakat di lapangan termasuk politik uang.
“Jika menemukan terjadinya pelanggaran seperti politik uang, segera laporkan kepada kami untuk kami tindak lanjuti,” ujarnya.
Ist




