Malam takbiran seharusnya dijadikan memontum bagi umat muslim untuk beribadah. Namun, pemandangan berbeda justru tampak di Kelurahan Pentojangan, Kecamatan Telluwanua, dimana warga dua dusun bertetangga saling terlibat keributan di malam takbiran.
Hal ini bermula saat sekelompok warga dari Dusun Pantilang menyerang dan melempari rumah warga di Dusun Pentojangan. Akibatnya sekitar 10 rumah rusak akibat terkena lemparan batu. Tidak hanya itu, terdapat dua pemuda yang masih duduk di bangku SMA, yakni Burhan dan Fadli yang terluka akibat dianiaya oleh pelaku penyerangan.
Burhan mengalami luka sobek di bagian bibir, sedangkan Fadli mengalami luka terbuka di bagian kepala. Alimuddin, salah seorang warga Dusun Pentojangan yang rumahnya ikut dilempari mengatakan kejadian ini bermula saat kedua korban sedang kumpul-kumpul di salah satu rumah warga di Dusun Pentojangan, dan tiba-tiba datang sekelompok orang yang langsung melempari sekitar 10 rumah warga.
Tidak diketahui apa motif dibalik aksi pelemparan dan penganiayaan yang dilakukan tersebut, namun sesuai penelusuran, warga dari dua dusun itu telah lama saling bertikai. “Kemungkinan dendam lama,” ujar salah seorang warga.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah petugas kepolisian bersenjata lengkap masih terlihat berjaga di dua desa tersebut untuk mengindari adanya serangan susulan atau balasan. Sementara polisi masih memeriksa sejumlah saksi, termasuk dua orang korban luka di Mapolsek Telluwanua untuk dimintai keterangan.
Kapolsek Telluwanua, AKP Awaluddin yang dikonfirmasi membenarkan kejadian ini. Menurutnya, pihaknya juga sudah mengantongi sejumlah nama yang diduga sebagai pelaku pelemparan rumah warga tersebut.
“Kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kelurahan dan Kecamatan untuk segera memanggil para pelaku untuk diproses,” ujar Awaluddin.
Haswadi




