Sejumlah elemen masyarakat mengeluhkan prosedur pembagian Bantuan Siswa Miskin (BSM) di Kota Palopo yang tahun ini disalurkan melalui Bank Sulselbar. Pasalnya, ratusan orang tua siswa terpaksa mengantri bahkan hingga malam hari untuk menerima bantuan itu.
Salah seorang orang tua siswa, Fatma (42) mengatakan jika dirinya terpaksa dua hari mengantri untuk menerima BSM. “Sejak hari jumat mengantri, tetapi di hari jumat sore saya terpaksa pulang karena harus bekerja menjaga dagangan, jadi terpaksa mengantri lagi hari ini, itupun belum sampai pada pencairan dana, melainkan baru sebatas pengisian data saja,” ujar Fatma, orang tua siswa dari SD Ponjalae.
Dia pun mengaku, penyaluran BSM tahun ini memiliki prosedur yang rumit. “Disatu sisi, kami bersyukur mendapatkan bantuan untuk biaya pendidikan anak kami, namun jika harus mengantri berjam-jam, kami terpaksa harus rela untuk meninggalkan pekerjaan untuk mendapatkan bantuan itu,” ujarnya.
Fatma mengaku, bantuan yang akan diterima kali ini nilainya sekitar Rp200 ribu. “Kami diberi tahu, jika baru pertama kali menerima bantuan, maka akan mendapatkan sebesar Rp400 ribu, namun karena anak saya pernah mendapatkan bantuan ini ditahun sebelumnya, maka mungkin hanya terima sekitar Rp200 ribu saja, kami diminta untuk kembali hari senin untuk menerima pencairannya,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palopo, Andi Sakti Raja membenarkan terjadinya antrian lama yang dialami oleh orang tua siswa di Bank Sulselbar, yang datang untuk menerima BSM.
Menurutnya, ke depan pihaknya akan mengavaluasi kembali prosedur penyaluran BSM tersebut. “sebenarnya kami ini serba salah, sebab jika penyalurannya dilakukan di sekolah, masyarakat kerap curiga terjadi pemotongan dan lainnya,” ujarnya.
Meski begitu, dia mengatakan kemungkinan penyaluran BSM di tahun depan akan dikembalikan ke sekolah dengan pengawasan yang perlu diperketat. “Kemungkinan, kami akan bekerja sama dengan LSM dan media massa untuk mengawasi langsung pembagiannya,” tegasnya.