Badan metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kecepatan angin yang terjadi di wilayah Tana Luwu, yakni Kabupaten Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, dan Kota Palopo hingga beberapa hari ke depan, tergolong tinggi dibanding kecepatan angin dalam kondisi normal.
Sesuai data dari BMKG, tercatat di empat daerah ini, kecepatan angin akan meniup pada kecepatan hingga 40 kilometer per jam atau 21 knot per jam dengan arah angin barat. Sementara kecepatan angin dalam kondisi normal tercatat pada kisaran 17 knot per jam atau 32 kilometer per jam.
Tidak hanya di Tana Luwu saja kecepatan angin tinggi ini terjadi, bahkan hampir diseluruh wilayah di Sulawesi Selatan memiliki kecepatan angin maksimal 40 kilometer per jam.
Wakil Wali Kota Palopo, Akhmad Syarifuddin mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai kondisi cuaca dan angin kencang tersebut, karena dinilai rawan terjadi bencana di sejumlah titik. “Beberapa waktu lalu ada bencana rumah yang tertimpa pohon tumbang akibat tertiup angin kencang, kami meminta kepada warga untuk mewaspadai bencana serupa bisa terjadi kembali dan tetap berhati-hati ketika hujan turun. Dan hindari berteduh dibawah pohon rimbun yang sudah tua,” imbau Akhmad.
Tidak hanya ancaman angin kencang saja, sebelumnya BMKG juga merilis cuaca ekstrem akan melanda sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan dalam sepekan ini. Cuaca ekstrem itu disebabkan adanya daerah tekanan rendah di Laut Cina Selatan dan Laut Arafuru serta pumpunan angin memanjang dari Laut Jawa hingga Papua. Kelembaban udara cukup tinggi serta suhu muka laut di wilayah perairan Indonesia yang hangat mempengaruhi pertumbuhan awan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Bahkan, BMKG mengeluarkan waspada bencana banjir untuk sejumlah daerah di Tana Luwu dalam skala menengah untuk periode Januari hingga Maret. Daerah tersebut yakni Kecamatan Bajo, Belopa, Bua, Lamasi,Larompong, Suli, Walenrang, Sabbang, Malangke, Wotu, Wara, dan Wara Utara.