Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Luwu Timur telah mengalokasikan anggaran dana siaga bencana senilai Rp2,3 Miliar untuk tahun 2014.
Dari Rp2,3 Miliar tersebut telah melekat di tiga Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) masing-masing, Dinas Pendapatan, Pengelola, Keuangan dan Asset Daerah (DPPKAD) senilai Rp1,5, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rp610 juta dan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Nakertransos) Rp200 juta.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Timur, Andi Makkaraka mengatakan dana siaga bencana untuk tahun ini mencapai Rp610 juta meliputi kegiatan peningkatan pelayanan penanggulangan bencana sebesar Rp165 juta, penyelamatan dan evakuasi korban bencana Rp92 juta, perbaikan sarana dan prasarana umum akibat bencana Rp353 juta.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Nakertransos) Kabupaten Luwu Timur, Budiman mengatakan besaran anggaran yang diberikanan untuk dinas sosial jika sewaktu-waktu terjadi bencana sekitar Rp200 juta.
“Dana Rp200 juta ini untuk pengadaan bantuan sembako serta operasional taruna siaga bencana (Tagana) jika sewaktu-waktu ada bencana,” ungkap Budiman.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendapatan, Pengelola, Keuangan dan Asset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Luwu Timur, Aini Endis Anrika mengatakan untuk dinas keuangan sendiri pihaknya telah memiliki dana siaga bencana senilai Rp1,5 Miliar.
“Dana sebesar itu sifatnya tak terduga, dalam arti jika terjadi bencana luar biasa yang diperkuat dengan pernyataan status bencana alam oleh Bupati barulah dana tersebut dapat digunakan. Selama ini besaran dana tak terduga memang kami plot sebesar Rp1,5 Miliar pertahunnya namun tak pernah digunakan,” ungkap Aini Endis.