PT Vale Indonesia melalui tim Emergency Response Group (ERG) menyalurkan bantuan ke korban banjir bandang dan longsor di Manado. Penyaluran bantuan ini disampaikan langsung tim ERG yang terdiri dari 13 personel langsung ke daerah bencana.
Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Nico Kanter mengatakan pengiriman tim ini merupakan upaya PT Vale berupa bantuan kemanusiaan untuk meringankan beban korban bencana serta memenuhi himbauan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral agar perusahaan-perusahaan tambang turut berpartisipasi menolong korban banjir dan longsor Manado ini.
“Kita akan membantu korban banjir dan pengungsi yang dikabarkan masih banyak yang belum ditangani agar mendapat bantuan yang dibutuhkan. Tim ini juga berangkat atas koordinasi dan permintaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Kementerian ESDM,” ujar Nico.
Dia merincikan, pada hari Minggu (19/1/14), setelah berkoordinasi dengan Tim Kementerian ESDM dan SAR setempat, Tim Vale langsung terjun ke lapangan melakukan pencarian korban longsor Tinoor, di daerah Tomohon.
Sementara pada hari Senin ini (20/1/14), tim Vale dibagi dalam dua operasi. Pertama, tim evakuasi korban longsor di Desa Kemdes, Kabupaten Minahasa Utara bersama tim bantuan kemanusiaan dari perusahaan tambang lainnya. Tim ini juga berkoordinasi di lapangan dengan Pemda Minahasa Utara.
Sedangkan tim kedua Vale memberikan bantuan logistik dan medis yang berkonsentrasi di titik-titik pengungsian di kota Manado, seperti di Tikela dan Klabat. Bantuan yang diberikan berupa makanan bayi, susu, selimut, air mineral, obat dan vitamin.
Koordinator tim ERG, Koesharjanto mengatakan jumlah anggota yang diturunkan sebanyak 13 personel yang terdiri dari tim FES, dokter, perawat, tenaga keamanan, dan anggota Departemen External Relations and Corporate Services.
Menurut Koesharjanto, korban bencana yang didatangi tim Vale memberikan apresiasi atas bantuan kemanusiaan ini.
“Kami berupaya semaksimal mungkin membantu korban bencana sesuai kemampuan dan peralatan kami agar bermanfaat dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan,” ujar Koesharjanto.




