Wali Kota Palopo, Judas Amir tidak bisa menyembunyikan kekesalannya ketika disebutkan programnya selaku memimpin Pemerintahan Kota Palopo, tidak jalan sesuai dengan yang disampaikan saat kampanye silam.
Menurutnya, dirinya tidak anti kritik, namun seyogyanya kritikan itu disampaikan dengan data dan fakta yang valid agar dirinya dan jajarannya bisa memperbaiki kinerja.
“Jangan hanya bilang ini tidak jalan, itu gagal, tapi tidak disertai data dan fakta, kami terbuka dan senantiasa ingin berdialog dengan masyarakat demi memperbaiki Kota Palopo,” ujar Judas saat menggelar konfrensi pers di ruang kerjanya, Rabu (5/2/14) siang tadi.
Dia pun merincikan, sejumlah program yang dinilainya sudah berjalan, yakni program pendidikan gratis paripurna, kesehatan gratis paripurna, menyekolahkan pelaut serta melatih wirausaha baru, menciptakan kawasan bebas banjir terutama dalam kota, dan sejumlah program lainnya yang dinilai sudah berjalan, meski baru sekitar enam bulan menjabat.
Meski begitu, dia mengaku jika seluruh program yang jalan itu belum 100 persen terealisasi karena masih dalam proses. “Seperti pada pendidikan gratis paripurna, sudah tidak ada lagi pungutan iuran komite hingga tingkat SMA, namun belum 100 persen paripurna sebab masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi, agar siswa tidak dibebani sama sekali dengan pungutan-pungutan yang lain,” ujarnya.
Begitu juga dengan penerapan bebas retribusi bagi pedagang kaki lima, yang dinilainya juga sementara proses. “Pemerintah sudah mengajukan revisi Ranperda tentang retribusi, dan saat ini sudah ada di tangan DPRD Palopo, kita tinggal tunggu hasilnya untuk segera kita realisasikan di lapangan,” tegasnya.
Dia pun meminta masyarakat untuk memahami proses kerja pemerintahan bahwa menjalankan suatu program tidak serta merta dilakukan semudah membalikkan telapak tangan.
“Saya berupaya menjaga muka (nama baik) saya selama menjabat sebagai Wali Kota Palopo dengan merealisasikan program yang sudah saya janjikan, jika ada yang mencoba mencoreng muka yang saya jaga, maka pasti saya akan marah,” tegas Judas.




