DPRD Kabupaten Luwu Utara akan membentuk tim guna mencari tahu penyebab terjadinya krisis di RSUD Andi Djemma. Hal itu terungkap dalam rapat dengar pendapat antara DPRD Luwu Utara dengan pihak manajemen RSUD Andi Djemma Masamba, Selasa (11/2/14) siang tadi.
Wakil Ketua DPRD Luwu Utara, Andi Sukma mengatakan pihaknya telah menerima banyak aspirasi dari masyarakat dan klarifikasi dari manajemen RSUD Andi Djemma. “Semuanya itu nantinya akan kami rangkum dan membentuk tim guna mencari tahu penyebab terjadinya krisis di RSUD Andi Djemma, hasilnya nanti akan kami buatkan rekomendasi yang akan ditujukan ke Bupati Luwu Utara,” ujar Sukma.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah aktifis dari LSM Pemerhati Luwu Utara (pemalu) melakukan aksi demonstrasi Kamis (6/2/14) lalu memprotes kinerja manajemen RSUD Andi Djemma yang dinilai tidak professional. Atas dasar itu, kemudian dilakukan pertemuan dengan manajemen RSUD Andi Djemma siang tadi.
Dalam pertemuan itu terungkap jika krisis yang terjadi di RSUD Andi Djemma lantaran tidak kunjung cairnya dana Jamkesmas dari Pemerintah Pusat untuk periode Juni-Desember 2013 dengan nilai mencapai Rp4,5 miliar. Akibatnya, seluruh layanan medik di rumah sakit tersebut terancam lumpuh menyusul aksi boikot distribusi obat dari perusahaan penyalur obat-obatan ke rumah sakit tersebut.