Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Seorang Petani di Baebunta Keracunan Pestisida Saat Menyemprot Padi
Metro

Seorang Petani di Baebunta Keracunan Pestisida Saat Menyemprot Padi

Redaksi
Redaksi Published 6 Mei 2014
Share
2 Min Read
SHARE

Ini mungkin peringatan bagi anda petani yang kerap menyemprotkan racun pestisida ke tanaman, agar tidak mengalami kejadian seperti yang dialami oleh seorang petani, warga Dusun Rante Malino, Desa Baebunta, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Kulao (53) yang keracunan setelah menyemprot padi miliknya yang diserang hama wereng dengan racun pestisida. Akibatnya, Kulao mendadak lemas dan terus menerus mengeluarkan muntah berwarna kuning.

Informasi yang dihimpun, kejadian ini bermula saat Kulao usai menyemprot padi dengan racun pestisida. Sekitar pukul 10.00 Wita pagi tadi, Mustamin tetangga sawah korban melihat Kulao terkapar di bawah rumah sawah sambil muntah-muntah.

“Saya langsung bergegas memanjat pohon kelapa dan meminumkan airnya kepada korban agar dapat menetralkan racun pestisida, setelah agak baikan saya langsung kembali ke kampong untuk meminta pertolongan,” ujar Mustamin.

Tetangga korban yang bernama Budiono langsung bergegas menolong dan membawa korban kembali ke rumah dan rencananya akan dibawah ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terdekat untuk mendapatkan pertolongan namun korban menolak dan ingin dirawat di rumah saja.

Saat ditemui,anak korban Suharni  kepada Luwuraya.com mengatakan, jika ayahnya menolak untuk dirawat di Puskesmas dan memilih dirawat di rumah saja. Dia pun sudah memberikan minum air kelapa serta obat yang diperoleh dari seorang bidan desa.

“Orang tua saya kalau menyemprot memang tidak pernah menggunakan masker dan baru kali ini juga terjadi keracunan pestisida akibat menyemprot,” ujar Suharni.

 

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

SYL Kagum Dengan Pesatnya Kemajuan Kota Palopo

Mantapkan Persiapan Ikuti MTQ, LPTQ Kabupaten Luwu Timur Gelar TC

Gelar Rakor, Jayadi Nas Pastikan Kesiapan Tim Desk Pilkada

Pengurus BPKJS Luwu Timur dilantik

Bupati Budiman Serahkan Piagam Penghargaan Kepada Paskibra Kecamatan Towuti

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Ruang Pelayanan PBB-P2 Mulai Beroperasi
Next Article Tim Penilai Sambangi Malili dan Kertoraharjo

You Might Also Like

Luwu Timur

FASI XI Tahun 2020, Luwu Timur Sabet 8 Juara

2 Desember 2020
Luwu Timur

Bupati Budiman Terima Penghargaan Sebagai Kepala Daerah Peduli Pendidikan

25 Juli 2023
Luwu Timur

Sekda Lutim Ikut Sosialisasi Peran Kejaksaan Dalam Pembangunan Strategis Daerah Di Sulsel

9 November 2022
Luwu Timur

Tertunda Karena Pandemi Covid-19, FASI ke VI Luwu Timur Tahun ini Akhirnya di Gelar

4 Desember 2021
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?