Ratusan mahasiswa keperawatan dan tenaga perawat rumah sakit dan Puskesmas se-Kota Palopo melakukan aksi unjuk rasa. Dalam aksinya di Jl Ratulangi Palopo, massa tersebut melakukan aksi tutup jalan sehingga menyebabkan kemacetan.
Pantauan luwuraya.com, aksi massa yang tergabung dalam Alians Perawat Peduli (APPe) ini memilai aksinya di kanpus Stikes Kurnia Jaya Persada, sebelum memulai aksi long march ke Kantor DPRD Palopo, sekitar pukul 10.30 Wita.
Saat melakukan orasi di depan kampus tersebutlah, kemacetan tidak terhindarkan. Pasalnya, jumlah massa yang begitu besar membuat arus llu lintas menjadi macet. Beruntung orasi di depan Kampus Kurnia Jaya Persada itu tidak berlangsung lama, dan massa langsung melakukan aksi long march ke Kantor DPRD Palopo.
Koordinator aksi, Melky menuntut RUU Keperawatan untuk segera disahkan sehingga perawat di Indonesia memiliki kejelasan masalah kesejahteraan.
“Terlebih dengan nasib perawat yang berstatus kontrak dan honor yang selama ini hanya menerima honor seadanya saja, idak berbanding dengan resiko serta tanggung jawab yang cukup tinggi,” ujar Melky.
Saat tiba di Kantor DPRD Palopo, sempat terjadi insiden antara massa dengan pihak aparat kepolisian. Massa yang tiba di Kantor wakil rakyat itu langung membakar ban bekas. Namun aksi bakar ban ini langsung dihalangi petugas yang mencoba memadamkan api. Sempat terjadi aksi saling dorong antara petugas dengan massa, beruntung ketetangan ini tidak berlangsung lama.
Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Palopo, Taufik dalam tuntuttannya meminta kepada DPRD Palopo untuk segera mengirimkan tuntutan massa ini ke Kementerian Kesehatan RI di Jakarta.
Taufik mengancam, jika aspirasi mereka tidak ditanggapi pemerintah, maka, ratusan perawat yang ada di Kota Palopo, akan melakukan aksi mogok dan memboikot pemilihan presiden 2014 nanti.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Palopo, Alfri Djamil berjanji akan langsung mengirimkan aspirasi mahasiswa keperawatan di Jakarta. “Kami juga sangat prihatin dengan nasib perawat di Kota Palopo, dan sebagai wakil rakyat, aspirasi ini akan segera kami teruskan ke DPR-RI dan Kementrian Kesehatan,” ujar Alfri.




