Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Petani di Lamasi Namakan Bibit Padi Ini “PELDA Suharman”
Ekonomi

Petani di Lamasi Namakan Bibit Padi Ini “PELDA Suharman”

Redaksi
Redaksi Published 1 November 2018
Share
1 Min Read
SHARE

Pembantu Letnan Dua (PELDA) Suharman, anggota Kodim 1403 Sawerigading Palopo, tiba-tiba terkenal. Anggota TNI –AD yang sekarang bertugas sebagai Babinsa di Desa Pong Samelung, namanya diabadikan menjadi nama salah satu jenis padi di Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu.

“Petani yang member nama bibit padi itu Pelda Suharman. Mereka memakai nama saya, karena padi ini saya yang pertama kali bawa dan perkenalkan pada petani di Lamasi,” kata Pelda Suharman, Kamis (01/11/18).

Suharman menambahkan, awalnya petani menanam padi tersebut, dalam jumlah terbatas. Namun, setelah panen, ternyata hasilnya jauh lebih banyak dibandingkan padi jenis lain.

Petani lainpun, tergiur dan ikut membudidayakan padi Pelda Suharman. “Hanya 85 hari sudah bisa panen, perawatannya mudah dan hasilnya melimpah,” tuturnya.

Jasmin, ketua kelompok tani di Desa Samelung, mengaku sudah dua kali musim panen, hasil panennya melimpah. Itu karena dia menanam padi jenis Pelda Suharman. “Dalam satu hektar, hasilnya paling sedikit 10 ton, kalau padi jenis lain, paling banyak 7 sampai 8 ton,” kata Jasmin.

Untuk mendapatkan bibit padi Pelda Suharman, tidaklah mudah. Selain harus menunggu lama, harganya juga cukup mahal. “Satu karung dijual Rp 1 juta,” ujarnya.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Mutu Pendidikan di Lutim Semakin Baik, Pemkab Terima Dua Penghargaan dari BBPMP Sulsel

ASN Berduka, Bupati Luwu Timur Lepas Jenazah Alm. Eksa Putra Kusumayani

Alih Fungsi Bangunan Rujab Bupati Tidak Diketahui DPRD Lutra

Bupati Sampaikan Pendapat Akhir atas Ranperda Perubahan APBD

Simulasi RTD Ungkap Ancaman 12 Ribu Jiwa Jika Bendungan Larona Jebol

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Terkait RAPBD 2019, DPRD Luwu Timur dan OPD Tinjau Lokasi
Next Article Jadi Tamu Kehormatan Di Gelaran Adat Batak, Husler Diberi Kain Ulos

You Might Also Like

Luwu Timur

Selamat ! Yusuf Firmansyah Juara 1 pada Acara Apresiasi Duta GenRe tingkat Sulsel

27 Mei 2023
Luwu Timur

Sekcam Towuti Terima 68 Peserta KKN dari IAIN dan UIN

9 September 2024
Luwu Timur

Bantu Pembangunan Masjid, Husler Secara Pribadi Sumbang 200 Sak Semen

11 Agustus 2019
Politik

DPRD Luwu Timur Jadwalkan Penetapan RPJMD 2025–2029 pada 10 Juli 2025

1 Juli 2025
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?