Pusat penelitian Limbologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan ekspose di hadapan jajaran Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang dipimpin langsung Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Muhammad Abrinsyah berkaitan dengan rencana pengelolaan dan konservasi biota endemik perairan Danau Towuti yang berlangsung di Aula Bappeda, Rabu (14/05).
Peneliti Lipi, Syahroma Husni Nasution mengatakan ikan endemik danau towuti telah memberikan kontribusi yang nyata terhadap pendapatan masyarakat di sekitar danau. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pengelolaan dan pemanfaatan berkelanjutan sumber daya ikan endemik di Danau Towuti perlu dilakukan.
Lanjutnya, Penangkapan ikan menggunakan alat bagan yang dioperasikan tidak sepanjang tahun atau hanya dioperasikan pada bulan-bulan gelap saja (15-20 hari) oleh nelayan di Danau Towuti merupakan salah satu langkah dalam upaya melestarikan kelangsungan produksi ikan endemik di danau ini. Namun demikian penggunaan mata jaring, jumlah bagan yang dioperesikan, penetapan wilayah penangkapan ikan atau udang dan kawasan konservasi sumber daya ikan perlu ditentukan dan disepakati.
“Biota endemik jenis udang hias seperti Caridina spinata, C. lingkonae, dan C. glaubrechti banyak ditemukan di danau towuti. Untuk jenis caridina spinata ditingkat pengumpul berkisar Rp3 ribu perekor sementara di pengecer mencapai Rp7 ribu hingga Rp10 ribu perekor. Namun Di negeri sakura Jepang satu ekor udang yang super (paling bagus), mendapat tawaran sampai dua juta yen, yaitu jenis-jenis tertentu seperti black bee atau red bee,” jelasnya.
Meskipun jumlah nelayan udang hias belum banyak, namun udang hias yang endemik ini merupakan komuditas ekspor yang suatu saat permintaan pasar bisa meningkat. Oleh karena itu agar pemanfaatan produksi udang hias dapat berkelanjutan, maka sebagian habitat udang hias perlu dilindungi dan menjadi kawasan konservasi.
Ia juga menyarankan agar tidak melakukan budaya keramba jaring apung (KJA) di danau towuti karena dihuni biota endemik yang tinggi dan populasinya dikhawatirkan akan menurun bahkan bisa punah.
Sementara Kepala Bappeda, Abrinsyah berharap agar seluruh stakeholder terkait dapat bekerja sama melakukan berbagai tindak lanjut dilapangan berdasarakan rekomendasi yang telah dipaparkan oleh para peneliti.




