Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Kerap Terjadi Konflik Antar Desa, Puluhan Warga Ini Datangi DPRD Lutra
News

Kerap Terjadi Konflik Antar Desa, Puluhan Warga Ini Datangi DPRD Lutra

Redaksi
Redaksi Published 15 Mei 2014
Share
2 Min Read
SHARE

Puluhan warga dari dua desa yakni Desa Mappideceng dan Desa Baliase mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Luwu Utara dalam rangka dengar pendapat terkait permasalahan konflik yang kerap terjadi antara dua Desa tersebut.

Turut hadir dalam dengar pendapat ini, Ketua DPRD Luwu Utara. Basir, anggota DPRD, Pilosopi Rusli, Asisten Pemerintahan, Kepala Kesbang, Jamal Side, Kapolsek Mappideceng, AKP Baharuddin, Kades Mappideceng, Lurah Baliase dan masyarakat di dua desa ini. Sementara dengar pendapat ini berlangsung di diruang Rapat Gabungan DPRD, Rabu (14/05/14).

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Mappideceng, Nasrun dalam pertemuan ini mengatakan jika warga di dua desa ini sudah berkali-kali dipertemukan untuk mencari solusi namun tetap tidak ada titik temunya. Dirinya berharap agar unsur Muspida segera memfasilitasi kedua desa ini untuk mencari jalan keluarnya permasalahan ini.

“Kami juga mendengar bisikan-bisikan dari luar menyatakan bahwa polisi tidak bertindak karena tidak mempunyai anggaran dan tidak ada perintah untuk bertindak,” ungkap Nasrun

Menaggapi pernyataan tersebut, Kapolsek Mappadeceng, AKP Baharuddin membantah jika tidak ada perintah untuk bertindak. Menurutnya, pengamanan ini adalah sudah kewajiban dan tanggung jawab dari aparat kepolisian meskipun tanpa anggaran.

“Yang pasti bahwa permasalahan kami selama ini adalah personil kami hanya 10 orang sementara jumlah desa yang kami back up sebanyak 13 desa,” ungkap

Sementara itu, Ketua DPRD Luwu Utara, Basir mengatakan persoalan yang kerap terjadi di dua desa ini bukan persoalan biasa. Oleh karena itu, pihak dari kesbang dapat memfasilitasi untuk menyelesaiakan permasalah –permasalahan konflik yang ada di Luwu Utara khususnya di dua desa ini.

“Pos deteksi pengaman di tempat berbagai konflik secepatnya dibangun,” ungkap Basir.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

DPRD Lutim Soroti Lambannya Realisasi Investasi di Kawasan Industri Malili

Ketahuan Menjual di Luar Wilayah Palopo, Pangkalan LPG Ini Disanksi

Huali Nikel Indonesia Buka Lowongan Kerja di Berbagai Posisi untuk Lokasi Soroako

Oknum Mahasiswa Palopo Dilaporkan Cabuli Anak di Bawah Umur

Rekap di KPU Luwu, Prabowo-Hatta: 61.083, Jokowi-JK: 131.777

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article PT Vale Terima Penghargaan Di Bidang IT
Next Article Lipi Paparkan Hasil Konservasi Danau Towuti

You Might Also Like

Metro

Mentan RI Hadiri Puncak HUT Luwu Timur ke-22, Wali Band Ramaikan Malam Pesta Rakyat

6 Mei 2025
Hukum

DPG Jilid II, Kajari Sebut Penanggungjawab Anggaran

3 Oktober 2012
Hukum

Satu Pelaku Rusuh adalah PNS di Kabupaten Luwu

2 April 2013
Metro

Menpan Belum Terbitkan Formasi, Pendaftaran CPNS di Lutim Ditunda

19 Agustus 2014
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?