Warga transmigrasi di lima desa yang ada di Kabupaten Luwu Timur yang mayoritas sebagai petani merica sangat mengeluh dengan maraknya kejadian pencurian buah merica yang terjadi beberapa bulan terakhir ini. Dari lima desa tersebut yakni Desa Kalosi, Limbukan Mandiri, Buangin, Mahalona dan Tole Kecamatan Towuti.
“Beberapa bulan terakhir hingga saat ini pencurian buah merica masih kerap terjadi didesa kami sehingga pekerjaan yang dulunya hanya merawat merica juga bertambah menjadi mengawasi pencuri,” ungkap Aksan salah seorang warga desa Kalosi ini.
Menurutnya, selain mengambil merica yang sudah dikeringkan. Maling ini juga nekat memetik buah merica sendiri ketika pemiliknya sudah meninggalkan kebunnya, sehingga rasa aman yang ada didesa ini sangat terganggu dengan maraknya pencurian tersebut.
“Bukan cuma merica kering yang dia ambil bahkan buah merica yang masih tergantung dipohon juga disikatnya ketika pemilik kebun sudah pulang,” ungkap Aksan.
Selain Aksan, Warga Desa Limbukan Mandiri, Hajar juga ikut prihatin dengan maraknya pencurian buah merica ini. Dirinya berharap agar pemerintah bersama aparat kepolisian dapat memberikan solusi agar maling buah merica ini dapat segera ditangkap.
“Kami sangat resah dengan maraknya pencurian merica. Olehnya itu, kami berharap agar pemerintah dan pihak kepolisian dapat mencarikan solusi atau kalau bisa dibuatkan pos polisi untuk menciptakan rasa aman didesa kami ini,” ungkap Hajar.
Kepala Dinas (Kadis) Tenagakerja, Transmigrasi dan Sosial (Nakertransos) Luwu Timur, Mas’ud Masse yang ditemui diruang kerjanya, Selasa (20/05/14) mengatakan jika kejadian ini sudah disikapi sejak beberapa bulan kemarin dengan melakukan koordinasi terhadap Kapolres Luwu Timur, AKBP Rio Indra Lesmana dalam rangka membuat cipta kondisi dan rasa aman dilima desa penghasil merica ini.
Setelah melakukan koordinasi dengan Kapolres Kata Mas’ud, dirinya langsung turun bersama-sama dengan Kapolres untuk meninjau lokasi dan melihat kondisi serta bertemu langsung dengan warga setempat.
“Usai lakukan koordinasi kami langsung turun bersama Kapolres meninjau lokasi pada saat itu dengan harapan masyarakat agar dibuatkan pos pengamanan dengan jaminan bahwa masyarakat setempat sendiri yang akan membangun pos tersebut,” ungkap Mas’ud mantan Kadis Koperindag Luwu Timur ini.
Sementara itu, Kapolres Luwu Timur, AKBP Rio Indra Lesmana mengatakan jika dirinya juga tengah berkoordinasi dengan pimpinan terkait pos pengamanan yang akan dibagun dari hasil swadaya masyarakat ini.
“Pada dasarnya kami tetap setuju apalagi dalam rangka menciptakan kondisi dan rasa aman kepada warga didesa tersebut namun terlepas dari pada itu kami juga tetap melakukan koordinasi dengan pimpinan yakni Kapolda,” ungkap Rio.




