Kabupaten Luwu Timur termasuk salah satu daerah yang sangat majemuk. Kemajemukan masyarakat ditandai oleh kemajemukan suku, bahasa, agama, adat istiadat, sistem hukum, dan sistem kekerabatan. Potensi ini tentu menjadi salah satu kekayaan nusantara yang patut di kembangkan, namun dapat juga menjadi sumber perpecahan jika masyakat tidak arif menyikapi perberdaan.
Salah satu upaya dalam menjaga dan memelihara nilai-nilai budaya, Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu Timur menggelar kegiatan fashion show busana adat nusantara yang di ikuti puluhan kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang berlangsung di Lapangan Merdeka, Panggung Soekarno Hatta, Jumat (30/5) Malili.
Panitia Penyelenggara Sufriyati mengatakan selain Fashion Show, kegiatan juga dimeriahkan lomba tari kreasi yang diikuti para Camat, Kepala Puskesmas dan Kepala Sekolah dan tata rias wajah. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memeriahkan Hari Kesatuan Gerak PKK ke 42, 11 Tahun Kabupaten Luwu Timur dan Hari Kartini ke 135.
“Lomba berlangsung selama dua hari, 30-31 Mei 2014. Dewan juri berjumlah empat orang masing-masing, Usman Abdullah, Owner Ergas Salon dan Entertainment, Arianto, Top Model Fajar 2014, Abdi Bashit, Pimpinan Lembaga Kesenian Ajuwara Sulsel, dan Puput SB, penata Artistik pentas kolosal peringatan HKSN TK Nasional 2013,” jelas Sufi.
Wakil Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler mengharapkan PKK dapat terus meningkatkan perannya sehingga mampu memberikan kontribusi dalam menyukseskan program-program pembangunan.
Menurtnya tidak di pungkiri bahwa PKK selama ini adalah salah satu pelaku utama suksesnya pembangunan. Keberadaannya di setiap sektor di tengah-tengah masyarakat telah memberikan konstribusi yang sangat besar dan signifikan terhadap pemerintah dan masyarakat dalam upaya pencapaian kehidupan yang lebih baik dan peningkatan kesejahteraan keluarga.
Menyinggung pelestarian budaya, Husler mengatakan ketahanan budaya merupakan salah satu identitas bangsa yang harus dihormati dan dijaga serta perlu dilestarikan agar kebudayaan kita tidak hilang dan bisa menjadi warisan anak cucu kita kelak.
“Selain melesatarikan budaya, kegiatan ini juga dapat merelaksasi kita dari segenap runtinitas pekerjaan serta dapat menjadi sarana hiburan bagi masyarakat,” kuncinya.




