Untuk meningkatkan kualitas serta kepemimpinan pejabat struktural di lingkungan pemerintah, Badan Kepegawaian Pendidikan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Luwu Timur Bekerja sama dengan Badan Diklat Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan diklat PIM IV ini, diharapkanakan mencetak pemimpin-pemimpin baru yang bisa memberikan Inovasi pelayanan yang berkualitas, bijaksana, dan berpihak pada kepentingan masyarakat
Kepala BKKPD Luwu Timur, Noviya Syahriani Syam mengatakan para Peserta diklat PIM IV Angkatan 184 tahun ini berjumlah 30 orang berasal dari pejabat struktural SKPD yang berbeda-beda, ada yang menjabat sebagai Kepala Seksi, Kepala Sub Bagian yang setingkat dengan pejabat Eselon IV. Pelaksanaan diklat bertempat diaula badan Diklat Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (30/5) di Makassar.
“Setiap peserta akan belajar dan mendapat pelatihan mulai tanggal 30 mei hingga 16 September 2014, yang di bagi lima tahap yakni , Tahap Diagnosa Kebutuhan Perubahan Organisasi, Tahap Taking Ownership, Tahap Laboratorium kepemimpinan dan Tahap Evaluasi, Sedangkan tenaga pengajar terdiri dari Widyaiswara/Instruktur Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Sulawesi selatan, Pejabat Struktural Pemerintah Provinsi Sulawesi selatan dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur,” ungkap Noviya.
Diklat itu dibuka secara resmi oleh Bupati Luwu Timur, Andi Hatta yang ditandai dengan pengalungan tanda peserta kepada dua orang perwakilan peserta. Selain Bupati Luwu Timur, Kepala Badan Diklat Provinsi Sulawesi Selatan, Irman Yasin Limpo, Wakil Bupati Luwu Timur, Thoriq Husler dan Kepala BKPPD, Noviya Shariani Syam, ikut hadiri pembukaan diklat.
Bupati Luwu Timur, Andi Hattta berharap Pendidikan dan Diklat PIM IV ini dapat dijadikan ajang untuk menambah kualitas pribadi masing-masing peserta, Tolak ukur diklat ini bukan dari lamanya waktu menempuh pendidikan, melainkan dapat lebih menerapkan kemampuan, keahlian dan memahami isi dari pelatihan ini sebagai pejabat eselon IV.
Menurut Hatta, diklat tersebut bukanlah pelatihan bersifat seremonial semata, karena tujuan akhirnya adalah untuk mencetak aparatur pemerintah yang bisa memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat.
“Seorang aparatur pemerintah, harus mempunyai tiga ciri, yaitu pintar, jujur, dan loyal dalam menjalankan tugas. Apabila ketiga ciri itu terpenuhi, bukan tidak mungkin, Luwu Timur akan menjadi kabupaten yang lebih maju dengan pelayanan prima pada masyarakatnya,”tandasnya.
Hatta juga berpesan para peserta yang telah mengikuti diklat pim IV ini nantinya benar-benar menjadi pilar baru yang dapat memperkukuh kualitas kinerja jajaran pemerintah kabupaten Luwu Timur sesuai bidang tugasnya masing-masing.
Sementara itu, Kepala Badan Diklat Provinsi Sulsel, Irman Yasin Limpo.SH mengagumi ledership kepemimpinan bupati Luwu Timur,menurut dia termasuk salah satu bupati terbaik yang penuh inovasi.
Diklatpim kali ini punya Pola baru yakni lebih mengembangkan inovasi Peserta sesuai dengan kebutuhan Daerah ,Karena menurut dia inovasi lahir dari pikiran-pikiran liar. pelaksanaan diklat PIM IV tersebut dilakukan untuk membentuk Pegawai Daerah yang berinovasi , berkepribadian, serta berkualitas.
“setiap peserta diklat akan dituntut lebih mandiri dan kreatif dan berinovasi. Selain itu mereka akan mendapat tugas masing-masing mempresentasikan program pembaharuan berdasarkan lingkungan kerjanya. Mereka akan didampingi oleh mentor sehingga lulusan pejabat dalam diklat diharapkan memiliki jiwa visioner dalam memimpin,” paparnya.




