Ada yang berbeda dari tampilan piala Adipura tahun 2014 dimana pada pialanya terdapat tampilan makna Adipura yakni tiga bidang yang melambangkan kerjasama erat antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, Relief Trofi Adipura menggambarkan kehidupan masyarakat Indonesia yang mengutamakan kehidupan nilai luhur gotong royong dan ramah lingkungan, sehingga terlihat keasrian dan keselarasan keanekaragaman hayati, dan plat tahun merupakan tahun diberikannya penghargaan trofi Adipura kepada kota.
Penghargaan Adipura ini merupakan bentuk penghargaan yang diberikan pemerintah kepada Wali Kota atau Bupati atas prestasi dan kepemimpinan dalam mewujudkan kota yang bersih, hijau, sehat dan berkelanjutan tahun 2014.
Usai menerima piala Adipura yang Ke-4 kalinya dari Wakil Presiden Republik Indonesia, Boediono, Wakil Bupati Kabupaten Luwu Timur, Thorig Husler menjelaskan bahwa mempertahankan pencapaian Piala Adipura ini lebih berat dibandingkan ketika baru pertama kali diperebutkan. “Perlu upaya yang terus menerus agar supaya piala Adipura ini bisa tetap kita pertahankan setiap tahunnya, bahkan bisa meningkat peringkatnya,” ungkap Husler, Kamis (5/6).
Untuk itu, Wakil Bupati Luwu Timur menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Luwu Timur, khususnya di kota Malili untuk tetap menjaga terwujudnya kota yang bersih, hijau, sehat dan berkelanjutan.
Penyerahan piala adipura ini dilaksanakan sebagai puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup (KLH) se-dunia tahun 2014 yang diselenggarakan di istana Wakil Presiden Republik Indonesia di Jakarta. Badan Lingkungan HIdup PBB, United Nations Environment Programme (UNEP) menetapkan tema Peringatan KLH tahun ini Raise your voice, not the sea level.
Tahun 2014 ini, program Adipura melakukan evaluasi terhadap kinerja kebersihan dan keteduhan lingkungan perkotaan terhadap 373 kabupaten/kota. jumlah penerima penghargaan Adipura Kencana 15 kota, Adipura 86 kota, Piagam Adipura 32 kota dan Plakat Adipura untuk sarana dan prasarana terbaik 32 kota.
Lanjut kata Husler, “Kita harus mencontoh program yang dilakukan oleh penyusun Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) terbaik tahun 2013, yang diraih oleh Provinsi Sumatera Barat, Jambi dan Jawa Timur untuk kategori Propinsi dan untuk kategori Kabupaten/Kota yang berikan kepada Kabupaten Dharmasraya, Kota Pada dan Kota Sungai Penuh. Kita memiliki potensi, kesempatan dan sumber daya manusia yang sama dengan mereka, untuk itu, perlu kita mengambil pelajaran dari mereka,” terangnya.
Selain Luwu Timur, untuk provinsi Sulawesi Selatan, Anugerah Adipura 2014 juga diberikan kepada Kabupaten Pinrang, Kabupaten Benteng, Kabupaten Turikale, Kabupaten Pangkajene Rappang, Kabupaten Pangkajene, dan Kabupaten Bantaeng.




