Bupati Luwu Timur, Andi Hatta Marakarma mengingatkan kepada warga agar bertani dengan baik namun tidak melakukan perambahan hutan. “Silahkan bertani dengan baik tapi jangan rambah hutan,” ungkap Hatta dihadapan ratusan warga Desa Tole, Kecamatan Towuti disela-sela pesta panen padi dan lada program optimalisasi lahan untuk meningkatkan produksi, Kamis (12/6/14).
Menurut Hatta, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur akan mendukung upaya-upaya masyarakat khususnya petani untuk meningkatkan produksinya sepanjang tidak melanggar aturan, dalam artian warga tidak melakukan perambahan hutan.
“Saya mencintai daerah ini dan saya tidak mengingingkan ada warga yang bermasalah dengan hukum hanya karena merambah hutan. Aturan dan sanksinya jelas, karena itulah, saya selalu mengingatkan warga agar tidak merambah hutan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu pula, Bupati didampingi beberapa SKPD diantaranya, Kadis Pertanian Peternakan dan Perkebunan, Muharif, Kepala BP4K, Nursih Hariani, Kepala KPHL, Mandar, Kadis Tarkim, Budiman, Kadis Nakertransos, Mas’ud Masse, Kadis PU, Hirfan, Kaban Ketahanan Pangan, Rapiuddin Thahir dan Kadis Kesehatan, April. Kehadiran para kadis ini ditujukan untuk mendegarkan langsung keluhan warga.
Kepala Desa Tole, Talha mengatakan program optimalisasi lahan yang ada diwilayahnya sangat membantu warga. Menurutnya dari 500 hektar lahan pertanian yang ada, hampir 280 hektar lahan sudah produktif dengan hasil rata-rata 4,8 ton perhektar.
Namun kata Talha, pihaknya masih menemukan berbagai kendala yang dihadapi warganya diantaranya terbatasnya jumlah traktor tangan, kondisi pengairan yang perlu direhab, serta akses jalan tani yang masih sulit dilalui.
Menanggapi hal ini, Bupati memerintahkan kadis terkait untuk melakukan peninjauan lokasi lahan warga.” Pastikan tidak melanggar aturan, dalam arti tidak berada di kawasan hutan dan jika tidak melanggar, bantu warga secepatnya,” kunci Hatta.