Ratusan masyarakat adat KarunsiE Dongi, mendeklarasikan dukungan masyarakat adat tersebut ke pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden RI, Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).
Pantauan luwuraya.com,deklarasi dukungan itu ditandai dengan pengumpulan tanda tangan dari seluruh masyarakat adat Dongi dan KarunsiE, dan diringi dengan tarian adat setempat, yakni tarian Mengaru dan Dero. Mereka juga menggunakan pakaian adat masing-masing dalam menghadiri acara deklarasi itu.
Kepala Suku KarunsiE, Mohola Bali Pombu mengatakan pilihan untuk mendukung pasangan Jokowi-JK itu karena dinilai hanya pasangan tersebut yang dapat membawah masyarakat seluruh Indonesia lebih sejahtera.
“Jokowi-JK itu sosok yang sederhana, merakyat dan bebas dari korupsi. Semoga kelak jika Jokowi-JK yang menjadi pemenang pada pilpres 9 Juli mendatang, masyarakat adat di Luwu Timur bisa mendapatkan perhatian,” ujar Mohola.
Dia pun menegaskan jika masyarakat adat KarunsiE Dongi akan all out memenangkan pasangan Jokowi-JK di Luwu Timur, serta akan mengampanyekan visi-misi calon nomor urut dua ini di seluruh masyakat yang ada di daerah tersebut.
“Kami akan melawan segala bentuk kampanye hitam yang menyudutkan Jokowi-JK selama ini,” tegasnya.
Untuk diketahui, Suku KarunsiE (To Karunsi’e), adalah suku yang berdiam di kampung Dongi, Kecamatan Nuha, kabupaten Luwu Timur provinsi Sulawesi Selatan. Populasi suku Karunsi’e diperkirakan sekitar 200 orang.
Menurut cerita rakyat bahwa suku Karunsi’e dulunya berasal dari suku bangsa Dompipi, yang terbagi menjadi 2 suku yaitu Dompipi To Karunsi’e yang berkampung sekarang di daerah Salonsa (Dongi), Kaporesa, Sinongko dan Pae-Pae. Sedangkan satu lagi adalah Dompipi To Tambe’e Bangkano Tambalako yang berkampung sekarang di daerah Landangi, Koropansu, dan Korolansa.
Suku Karunsi’e berbicara dalam bahasa Karunsi’e yang merupakan sub-bahasa Moro dialek Karunsi’e. Selain itu mereka juga lancar berbicara dalam bahasa Indonesia atau bahasa Melayu Sulawesi tapi tetap dengan logat kental Karunsi’e. Suku Karunsi’e adalah salah satu dari sub-suku Moro yang banyak berdomisili di Morowali provinsi Sulawesi Tengah.
Kampung Dongi, sebagai pemukiman suku Karunsi’e, menurut mereka nama “dongi”, berasal dari nama buah dengen yang banyak tumbuh liar di perkampungan ini. Tanaman buah dengen yang bentuknya bulat, saat matang kulit pembungkus buah mekar berwarna kuning bagaikan kipas dengan rasa daging buah manis kecut, adalah tanaman khas yang hanya tumbuh di kabupaten Luwu Timur.