Bupati Luwu Utara, Arifin Junaidi mulai menampakkan kegerahannya terhadap maraknya gangguan keamanan yang kerap terjadi di Luwu Utara, salah satunya yakni tawuran antar masyarakat yang tidak sedikit jumlah korban yang jatuh.
“Ada beberapa daerah di Luwu Utara ibaratnya seperti Tom and Jerry, tidak pernah akur, kerap bertikai satu sama lain. Sebut saja, Panda-Rompu, Baliase-Mappedeceng dan Tarue-Dandang,” ujar Arifin dalam sebuah acara Halal Bi Halal di Desa Dandang, Kecamatan Sabbang, beberapa waktu lalu.
Orang nomor satu di Lutra itu menegaskan dalam waktu dekat dirinya akan rapat dengan unsur Muspida, penegak hukum lainnya, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda, guna membahas masalah gangguan keamanan tersebut.
Dia bahkan menegaskan akan menggunakan Inpres Nomor 2 Tahun 2014 sebagai landasan acuan guna mengambil langkah tegas terhadap para pelaku dan otak kerusuhan di daerah-daerah yang bertikai.
Inpres tersebut menyebutkan bahwa kendali keamanan sepenuhnya di tangan Kepala Daerah. Inpres inilah yang kemudian akan digunakan Bupati bersama unsur terkait lainnya guna membahas masalah keamanan tersebut.
“Baru-baru ini, ada sekelompok mahasiswa melakukan aksi protes terhadap pemerintah terkait class-class yang terjadi di beberapa daerah yang bertikai. Tarue-Dandang, Baliase-Mappedeceng, dan Panda-Rompu, kemudian di daerah Baebunta. Mereka meminta Kapolres mundur dan Bupati tegas. Ketegasan apalagi yang kita mau pakai. Kita sudah memfasilitasi mereka untuk melakukan perdamaian. Mereka potong sapi, kemudian makan bersama. Setelah itu, eh mereka kembali bertikai,” keluh Arifin.
Dia pun meminta pihak keamanan untuk mengambil langkah tegas. “Jika ada yang memulai, tembak ditempat. Dengan catatan, orang tua daripada mereka ini tidak keberatan. Kalau ketegasan seperti ini yang diminta, kita akan lakukan, termasuk mahasiswa juga harus ikut bertandatangan,” tegas Arifin.
Khusus Desa Dandang, Arifin memberi apresiasi yang tinggi kepada para generasi muda di desa tersebut. Dia menilai, selama ini konflik di Desa Dandang sudah berkurang di bawah bimbingan Kepala Desanya.
“Anak-anak muda Dandang kini lebih bergairah menyalurkan bakat terpendamnya, sehingga tidak ada lagi ruang sedikit pun untuk melakukan hal-hal negatif. Ada yang hobi olahraga, musik atau di bidang lainnya, Kepala Desa memberikan sarana yang lumayan mewah untuk dijadikan arena pengembangan bakat-bakat terpendam para generasi muda Dandang. Saya berterima kasih kepada anak-anakku, para generasi muda, di Desa Dandang ini. Di bawah kepemimpinan pak Desa yang sejak beliau menjadi Kepala Desa, luar biasa amannya Dandang ini. Dan ini harus dicontoh oleh desa-desa yang lain,” kata Arifin.




