Sudah menjadi adat dan tradisi sebahagian desa di Kabupaten Luwu Timur pasca turun sawah melaksanakan tasyakuran sebagai ungkapan terima kasih kepada Sang Maha Pencipta. Bersih desa ini sudah menjadi adat yang turun temurun disetiap tahunnya. Dan bersih desa kali ini di Desa Margolembo Kecamatan Mangkutana, Selasa (19/08).
Bersih desa ini dihadiri Wakil Bupati Luwu Timur Hm. Thoriq Husler, Camat Mangkutana Satri, Kepala Desa Margolembo Sitti Rokayah dan beberapa kepala desa se Kecamatan Mangkutana serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Pada kesempatan tersebut Ketua Panitia Penyelenggara Muhammad Triono mengatakan kegiatan bersih desa ini selain sebagai sarana bersyukur dan bersedekah atas pencapaian hasil panen yang baik juga sebagai sarana memperat tali silahturahmi antara warga masyarakat dan pemerintah serta sarana untuk saling maaf memaafkan.
Sementara Wakil Bupati Timur HM. Thoriq Husler mengatakan tradisi bersih desa ini sudah selayaknya dipertahankan karena hal ini merupakan wujud budaya masyarakat yang patut dihargai dan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang menjadikan desa aman tentram dan sejahtera.
“Bersih Desa merupakan suatu tradisi positif yang harus dibudayakan, sebagai sarana menjalin silaturrahim dan memupuk kebersamaan antara masyarakat dan Pemerintah. Karena tradisi bersih desa mengandung banyak hikmah bagi seluruh aspek kehidupan,” Ungkap Husler.
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur juga akan selalu mendukung upaya masyarakat dalam menjaga kearifan lokal. Kearifan lokal merupakan salah satu cara mempertahankan karakter dan jati diri.
Menurut Wakil Bupati bersih desa memiliki pelajaran yang luar biasa bukan sekedar menata hati yang bersifat maknawi namun lebih dari bersikap batin yang tertuju kepada upaya pendekatan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Desa Margolembo ditutup dengan doa bersama, malam harinya ini diramaikan dengan hiburan kuda lumping dan pagelaran wayan kulit semalam suntuk.




