Setelah menjadi yang terbaik di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Juli 2014 lalu, Perpustakaan Desa Sorowako Kecamatan Nuha Kabupaten Luwu Timur secara otomatis menjadi duta Sulsel dalam lomba perperustakaan desa dan kelurahan tingkat Nasional. Perpustakaan ini akan bersaing dengan 32 perwakilan perpustakaan desa/kelurahan
diseluruh Indonesia.
Tim Penilai Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Jumat (22/8) kemarin melakukan melakukan penilaian terhadap Perpustakaan Desa Sorowako. Selain perpustakaan desa sorowako, tim pusat juga melakukan penilaian terhadap Perpustakaan SMA YPS Sorowako yang juga terpilih menjadi yang terbaik di Sulawesi Selatan tingkat SLTA Negeri dan Swasta.
Kedatangan tim penilai dipimpin Sudirwan Hamid dari Perpusnas RI diterima Asisten Administrasi Umum Kabupaten Luwu Timur, Muhammad Zabur didampingi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sulsel, Taufiqurahman, Kepala Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Daerah (KPADD) Luwu Timur, Andi Suheriah, Camat Nuha, Kamal Rasyid, pengelola perpustakaan desa serta perangkat desa
setempat.
“Harapan kami, mudah-mudahan Perpustakaan Desa Sorowako dan Perpustakaan Sekolah SMA YPS Sorowako ini dapat meraih predikat Juara. Di samping itu, kepada tim penilai agar berkenan juga kiranya memberikan petunjuk dan bimbingan untuk pembenahan dan peningkatan serta kemajuan perpustakaan desa/kelurahan dan perpustakaan sekolah yang lebih baik lagi di masa datang” ungkap Zabur saat mewakili Bupati dihadapan tim penilai.
Lanjut Zabur, perpustakaan desa ini masih banyak kekurangan dan kelemahan disana-sini yang mungkin membutuh pembenahan, olehnya itu semoga penilaian pada hari ini akan memberikan sesuatu yang positif bagi kemajuan pengelolaan Perpustakaan di Kabupaten Luwu Timur.
Kakan KPADD Lutim, Andi Suheria mengatakan perpustakaan desa sorowako menjadi pilihan utama pihaknya dikarenakan banyak keunggulan yang dimiliki perpustakaan ini diantaranya koleksi buku yang cukup banyak mencapai 1000 lebih, pendataan bukunya sudah berbasis otomasi atau online. Selain itu, katanya lagi, jumlah anggota perpustakaannya telah mencapai lebih dari 600 orang.
Selain itu, pengelolan perpustakaan juga rutin melakukan kerjasama dengan berbagai pihak seperti mengadakan pelatihan komputer, pelatihan try out, pembagian buku gratis hingga pelatihan pengeolaan sampah non organik.
Kepala Desa Sorowako, H Syamsuddin Nusi mengatakan sejak kehadiran perpus ini tahun 2012 lalu telah memberi banyak arti dan peran penting bagi warga, pasalnya selain sebagai wadah pembinaan dibidang pendidikan dan iptek, perpus ini juga berperan sebagai wadah interaksi sosial , media pengembangan kreativitas pemuda serta menjadi tempat forum diskusi dan sharing informasi bagi para pemuda, pelajar dan masyarakat.




