Sebanyak 30 petani kakao se-Tana Luwu mengikuti Training of Trainer Petani Tanaman Kakao Terpadu yang Ramah Lingkungan yang difasilitasi oleh Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Lamasi, di Kantor UPK lamasi, Kabupaten Luwu. Kegiatan ini digelar selama lima hari yang dimulai sejak Selasa (9/9/14), dengan menghadirkan pembicara dari Wallacea dan Samdhana Institute.
Direktur Perkumpulan wallacea, Sainal Abidin mengatakan kegiatan ini digelar sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat khususnya petani kakao supaya pengembangan tanaman kakao dengan pendekatan ekosistem dan ramah lingkungan, dinilai mampu menjadi model alternatif untuk menyelesaikan permasalahan penyakit dan hama, yang selama ini menyerang tanaman kakao sehingga menyebabkan produksi menurun dan minat petani memelihara kakao semakin berkurang.
“Pendekatan ekosistem memakai budidaya yang ramah lingkungan dengan penerapan bertani yang baik itu bersahabat dengan alam perlu dilakukan bersama-sama semua petani di hamparan yang sama, karena jika hanya dilakukan oleh sebagian petani maka akan percuma hasilnya tidak signifikan. Untuk itu diperlukan pemahaman dan keterampilan teknis di tingkat petani pengelolaan tanaman kakao secara terpadu yang ramah lingkungan,” kata Sainal.
Sementara itu Camat Lamasi, Arsul Hayam memberikan apresiasinya kepada Perkumpulan Wallacea dan Samdhana Institute atas kepeduliannya terhadap petani kakao dan permasalahan pertanian secara umum karena konsep yang akan diterapkan pada pelatihan ini adalah konsep pengelolaan tanaman kakao melalui pendekatan ekosistem dan ramah lingkungan.
“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Luwu mengucapkan terima kasih kepada Wallacea dan Samdhana yang akan membagi ilmu dengan memberi pelatihan kepada petani-petani kakao dari beberapa daerah se Tana Luwu,” ujarnya.
Asrul juga menyampaikan bahwa pelatihan ini dikhususkan untuk mempersiapkan petani dari beberapa daerah di Tana Luwu, agar dapat melatih petani-petani di wilayahnya masing-masing, sehingga diharapkan permasalahan kakao yang dialami selama ini dapat diatasi dan meningkatkan produksi kakao.




