Kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Luwu Timur menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk yang bekerja meningkat, sementara angka pengangguran mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik 6 April 2026, tentang Keadaan Ketenagakerjaan Kabupaten Luwu Timur Agustus 2025, jumlah penduduk bekerja mencapai 159.285 orang atau naik 4.297 orang dibanding Agustus 2024 yang tercatat sebanyak 154.988 orang. Pada periode yang sama, jumlah pengangguran turun 1.315 orang menjadi 6.128 orang.
Kepala BPS Kabupaten Luwu Timur, Abdullah P mengatakan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Luwu Timur pada Agustus 2025 berada di angka 3,70 persen. Angka ini turun 0,88 persen poin dibanding Agustus 2024 yang berada di level 4,58 persen.
“Hal ini berarti dari 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar 4 orang penganggur,” ujar Abdullah.
Dengan capaian tersebut, tingkat pengangguran Luwu Timur juga lebih rendah dibanding rata-rata Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 4,21 persen.
Sementara itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Luwu Timur tercatat sebesar 70,23 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata Sulawesi Selatan sebesar 67,65 persen. Hal ini menunjukkan partisipasi masyarakat Luwu Timur dalam aktivitas ekonomi masih cukup kuat.

Dari sisi sektor usaha, lapangan kerja di Luwu Timur kini paling banyak diserap sektor jasa sebesar 42,98 persen. Posisi ini menggeser dominasi sektor pertanian yang pada tahun-tahun sebelumnya menjadi penyerap tenaga kerja terbesar. Pada 2025, sektor pertanian menyerap 38,83 persen tenaga kerja, sedangkan sektor industri sebesar 18,19 persen.
Perubahan struktur tenaga kerja tersebut menandakan ekonomi Luwu Timur mulai bergerak lebih beragam, tidak hanya bergantung pada sektor primer seperti pertanian dan pertambangan, tetapi juga tumbuh pada sektor jasa dan aktivitas pendukung lainnya.
BPS mencatat bahwa 63,12 persen pekerja di Luwu Timur masih berada di sektor informal atau sebanyak 100.546 orang. Sementara pekerja formal tercatat 58.739 orang atau 36,88 persen.
“Data ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam mendorong terciptanya lapangan kerja formal yang lebih luas, berkualitas, dan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, tren 2025 menunjukkan pasar kerja Luwu Timur berada pada jalur yang positif. Peningkatan jumlah pekerja, menurunnya pengangguran, serta tingginya partisipasi angkatan kerja menjadi modal penting bagi daerah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.




