Tim Verifikator program Menuju Indonesia Hijau (MIH) melakukan verifikasi lapangan sekaitan lolosnya Kabupaten Luwu Timur sebagai salah satu nominator calon penerima penghargaan program MIH tahun 2014. Tim verifikator yang dipimpin Arif Kamajaya dari Kementerian Lingkungan Hidup di dampingi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli
Lingkungan dan unsur perguruan tinggi melakukan penilaian selama 2 hari sejak tanggal 17-18 September 2014. Mereka di terima Wakil Bupati Luwu Timur, Rabu (17/9) lalu.
Dalam verifikasi tersebut, tim MIH didampingi Kepala Bapedalda, Rosmiyati Alwi, Kadis Kehutanan, Zainuddin, Perwakilan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (PPP), Dinas Tata Ruang dan Permukiman, Badan Penanggunalangan Bencana Daerah (BPBD)serta Dinas Kelautan dan Perikanan. Selai itu, turut mendampingi Seksi Wilayah II
Malili Balai Konservasi Sember Daya Alam sebagai pengelola cagar alam dan TWA Danau Matano.
Beberapa wilayah yang mendapatkan perhatian diantaranya, lokasi penanaman mangrove dan kayu rakyat di Desa Balo-balo kecamatan Wotu, pengelolaan lebah madu di Desa Argomulyo kecamatan Kalaena, pengelolaan mata air, lebah madu dan desa konservasi di Desa Matano kecamatan Nuha, Nursery PT Vale di Sorowako serta objek wisata Air Terjun Mata Buntu di Kecamatan Wasuponda.
“Saya memberikan apresiasi yang tinggi atas upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam mempertahankan dan menambah tutupan vegetasi,” jelas Arif.
Lanjutnya, hasil verifikasi ini akan kami presentasikan dihadapan tim pengarah program MIH dan akan di umumkan pada Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional untuk mendapatkan trofi Raksaniyata.
Untuk diketahui, tahun ini, Kabupaten Luwu Timur masuk nominator calon penerima penghargaan program MIH bersama 30 Kabupaten lain di seluruh Indonesia. Sebelumnya Wakil Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler melakukan presentasi program pengelolaan tutupan vegetasi dan perubahan iklim dihadapan tim pengarah MIH yakni Kementerian
Lingkungan Hidup, Kementerian Dalam Negeri, KementerianLongkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, Badan Informasi Geospasial,LAPAN, Kemenko Kesra, Kementerian Pertanian, media dan Lembaga SwadayaMasyarakat (LSM) Peduli Lingkungan.
Program MIH ini pertama kali dicanangkan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sejak tahun 2006 yang bertujuan mendorong pemerintah daerah dalam mempertahankan dan menambah tutupan vegetasi. (hr/hms)