Warga Kota Palopo, khususnya bagi pelanggan air bersih dari PDAM Kota Palopo, saat ini terancam akan mengalami krisis air bersih, menyusul sulitn ya sumber air baku PDAM Palopo yang berasal dari mata air Latuppa yang mengalami kekeringan, sejak dua pekan terakhir. Kondisi ini disebabkan karena musim kemarau sehingga jarang terjadi hujan.
Humas PDAM Kota Palopo, Erwan yang dikonfirmasi membenarkan jika sejak dua pekan terakhir, kondisi air baku di sungai Latuppa mulai mengalami kekeringan. Menurutnya, jika dalam dua pekan ke depan kekeringan ini terus berlangsung, dihawatirkan pelanggan PDAM Kota Palopo akan mengalami krisis air bersih.
Erwan merincikan, selama musim kemarau saat ini, sumber air di Sungai Latuppa mengalami penurunan debit air yang drastic hingga 60 persen. Akibatnya, sejumlah pipa instalasi induk untuk mengalirkan air bersih, tidak lagi berfungsi.
“Kondisi ini sudah terjadi selama dua pekan, kami berupaya mengantisipasi ancaman kekeringan tersebut dengan membendung Sungai Latuppa, dan menyiapkan enam truk tangki air untuk didistribusikan ke masyarakat,” ujar Erwan.
Sementara itu, ancaman krisis air bersih mulai dirasakan warga. Pasalnya, distribusi air bersih mulai mengalami pengurangan dari PDAM. Bahkan, PDAM Palopo sudah mulai menjadwalkan distribusi air secara bergiliran di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bara, Wara Utara, dan Telluwanua.
“Untuk daerah lain, distribusi masih normal,” ujar Erwan.
Untuk diketahui, saat ini jumlah pelanggan air bersih dari PDAM Kota Palopo mencapai 18 ribu rumah tangga.




