Bupati Luwu Utara, Arifin Junaidi mengaku gerah dengan tudingan sejumlah pihak yang terus menyudutkan dirinya sebagai pihak yang paling bertanggung jawab soal maraknya konflik yang terjadi di daerahnya.
“Selama ini banyak yang menyalahkan saya sebagai Bupati Luwu Utara, kesalahan semua dilimpahkan ke saya, akan tetapi saya terima bahwa betul ini merupakan tanggaung jawab Bupati,” ujar Arifin dihadapan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat, Irjen Pol Anton Suadji dalam kunjungannya ke Luwu Utara.
Menurut Arifin, pihaknya sudah berbuat sedemikian rupa upaya untuk menyelesaikan konflik di daerah yang dipimpinnya itu. “Kalau dianggap tidak melakukan apa-apa saya kira itu keliru, apa yang terjadi kemarin itu bukan konflik antar etnis karena mereka semua adalah orang Luwu Utara, sebenarnya kerusuhan ini merupakan warisan, bahkan sebelum Lutra terbentuk, pertikaian ini sudah pernah terjadi
namun itu menjadi dendam sehingga kembali meletus baru baru ini,” ujar Arifin.
Arifin mengungkapkan, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan segera mempertemukan kedua belah pihak, dan berharap agar agar perdamaian itu tidak hanya melibatkan orang tua saja.
“Harus melibatkan pemuda yang sering melakukan kerusuhan, saya yakin kita semua tahu siapa-siapa yang biasa melakukannya. Anak sekarang sudah tidak menghargai orang tua, jadi memang harus ditindak tegas,” tegas Arifin.
Untuk diketahui, dalam kunjungan Kapolda Sulselbar, Irjen Pol Anton Suadji didampingi oleh Komandan Lamtamal Sulawesi Selatan, Laksamana Pertama Rudito Hadi Purwanto, Danrem Tatag Pare-Pare, Kolonel Yp Sembiring.




