Ratusan hektar sawah di Desa Tana Rigella, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, terancam puso atau gagal panen akibat kekeringan berkepanjangan yang melanda daerah itu. Akibatnya, petani setempat tidak mampu berbuat banyak untuk menyelamatkan tanaman pertanian mereka.
Sesuai informasi yang dihimpun dari petani setempat, luas areal sawah di desa itu mencapai 500 hektar yang hampir seluruhnya terancam puso akibat kekeringan. Padahal, petani setempat telah menyiasati menggunakan pom[pa air, namun hal itu tidak lagi dilakukan karena tingginya biaya penggunaan pompa air yang harus dilakukan secara periodic.
Apalagi, sejak kekeringan terjadi, tanaman pertanian warga sudah mulai diserang hama belalang.
Ismail, salah seorang petani setempat mengungkapkan pihaknya sudah mengeluhkan kekeringan ini ke pemerintah desa dan kecamatan setempat guna mendapat perhatian. “Namun sampai saat ini belum ada bantuan dari pemerintah kepada petani,” ujarnya.
Dia merincikan, tanah pertanian di Desa Tana Rigella umumnya hanya berharap para system tadah hujan. Petani sebenarnya sejak lama mengusulkan agar dibangun irigasi, namun usulan itu tampaknya belum dipenuhi pemerintah setempat. Padahal, di desa itu tersedia sungai yang bisa dijadikan sumber irigasi.




